Semarak Festival Cap Go Meh, Li Claudia Apresisasi Penampilan Anak-anak

88

Batam, posmetrobatam.co: Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengapresiasi semarak penyelenggaraan Festival Cap Go Meh yang digelar di Maha Vihara Duta Maitreya, Batam, Selasa (3/3/2026) malam.

Festival tersebut menampilkan beragam pertunjukan seni bernuansa Tionghoa. Sejumlah penampilan tari dan musik dibawakan oleh para siswa, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga mahasiswa.

Li Claudia mengaku terharu melihat antusiasme serta kepercayaan diri anak-anak yang tampil di atas panggung. “Saya tadi melihat anak-anak bernyanyi dan menari dengan penuh semangat. Saya sangat terharu,” ujarnya.

Menurutnya, perayaan Cap Go Meh bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga sarat makna bagi kehidupan bermasyarakat. Berbagai pertunjukan seni yang ditampilkan menjadi sarana menyalurkan energi positif sekaligus membangkitkan kegembiraan dalam menyambut tahun baru dengan semangat baru.

BACA JUGA:  Wujudkan Good Governance, Amsakar Buka Sosialisasi Mekanisme Pemeriksaan dan Verifikasi Pemberian Daftar Hitam

Dalam kesempatan tersebut, Li Claudia juga meminta agar lagu “Batamku” diperkenalkan dan diajarkan kepada generasi muda sebagai upaya menanamkan rasa cinta terhadap daerah sejak dini. “Saya minta lagu Batamku diajarkan kepada anak-anak kita. Tanamkan cinta Batam sejak dini,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga alam dan lingkungan Kota Batam demi masa depan generasi penerus. Menurutnya, berbagai upaya pembangunan yang dilakukan saat ini merupakan investasi untuk anak dan cucu di masa mendatang.

“Tadi anak-anak bernyanyi tentang cinta alam. Karena itu, mari kita benar-benar menjaga alam Batam. Apa yang kita perjuangkan hari ini adalah untuk anak-anak kita. Kita akan merasa berhasil jika melihat mereka sukses,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Rayakan Ramadan Lebih Berkesan di ARTOTEL Batam Lewat "A Wishful Ramadan”

Li Claudia turut menyampaikan komitmennya bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, untuk menyelesaikan berbagai persoalan mendasar di kota tersebut, seperti banjir, ketersediaan air bersih, dan pengelolaan sampah.

“Suatu saat ketika saya tidak lagi di sini, saya tidak ingin meninggalkan pekerjaan rumah bagi anak-anak kita. Masalah banjir, air bersih, dan sampah harus kita selesaikan agar tidak menjadi beban generasi mendatang,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga Batam agar tetap aman, nyaman, dan damai. Menurutnya, stabilitas dan kebersamaan masyarakat akan mendorong masuknya investasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta penurunan angka kemiskinan.

“Jika investasi terus masuk, ekonomi akan tumbuh dan angka kemiskinan bisa berkurang. Mari tanamkan cinta Batam. Jika kita mencintai Batam, kita pasti akan menjaga kota ini bersama-sama,” tutupnya. (*/hbb)

BACA JUGA:  BP Batam Prioritaskan Hak Warga Terdampak Pembangunan Rempang Eco-City