Ramadan 1447 Hijriah di Kepri Diprediksi Minim Hujan

90

Batam, Posmetrobatam.co: Di awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 diperkirakan minim peluang hujan di wilayah Kepri.

Menurut Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan Djambak, kondisi cuaca Kepri awal Ramadan masih mengikuti tren cuaca di bulan Januari yang selama 35 hari tidak turun hujan.

“Artinya Ramadan yang akan datang curah hujan rendah. Namun beberapa hari masih ada hujan sifatnya tidak terlalu kuat,” kata Ramlan, Senin (9/2).

Dia menjelaskan, kondisi cuaca Kepri selama Januari hingga Februari mengalami hujan paling sedikit di sepanjang tahun ini. Jika dihitung sudah 35 hari tidak turun hujan.

Wilayah Kepri, khususnya Batam sempat turun hujan singkat pada Jumat (6/2) dan Sabtu (7/2), namun intensitasnya sangat rendah dan bersifat lokal.

BACA JUGA:  Hari Jadi Prov Kepri Ke-22, Korban Bencana dan Petani Natuna Terima Bantuan Pemerintah

“Kalau sudah 35 hari tidak hujan itu boleh dikatakan sudah terjadi anomali. Harusnya di 35 itu, biasanya di bulan-bulan Januari masih cukup tinggi (hujan) di Januari, namun Januari tahun ini lebih rendah,” ujarnya.

Kondisi ini, kata dia, disebabkan secara regional di Asia Tenggara pada bulan Januari masih terdapat bibit siklon tropis yang kuat di bagian Selatan, terutama Selatan Jawa dan Utara Australia.

Sehingga, lanjut dia, semua massa udara yang terbentuk, akibat angin muson barat masih kuat, menyebabkan pertumbuhan awan yang terjadi Kepri tidak sampai terjadi hujan.

“Kami menyebutnya awan (hujannya) bubar. Kan bisa dirasakan di Januari ini kecepatan angin sangat kencang,” ujarnya.

BACA JUGA:  74 Tim Siap Bertanding di Kejuaraan 3X3 Kepri Open

Bibit siklon ini sempat melemah, sempat terjadi pertumbuhan siklon tropis di bagian Utara terutama di Timur Filipina, yang menjadi penyebab terjadinya hujan pada Jumat dan Sabtu pekan lalu.

Ramlan mengatakan, kondisi ini tentunya berdampak pada sumber air yang ada di wilayah Kepri, terutama di Kota Batam yang mengandalkan air tadah hujan dan waduk sebagai sumber air bersih untuk masyarakat.

Hasil koordinasi dengan BP Batam dan Balai Besar Wilayah Sungai yang ada Kepri, kata dia, diperoleh informasi terjadi elevasi air waduk yang cukup signifikan turun.

“Tapi kondisi ini sudah dipastikan oleh BP Batam masih aman, kalau hujan tidak turun 15 hari ke depan mereka masih punya cadangan air untuk didistribusikan ke masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:  Main Narkoba dan Handphone, 57 Napi di Kepri Dipindahkan ke Nusa Kambangan

Meskipun di awal Ramadan atau pertengahan Februari minim turun hujan. BMKG mengamati adanya potensi hujan di Bulan Maret, terutama menjelang Idul Fitri.

Kondisi ini, kata dia, perlu diwaspadai oleh pemerintah daerah, karena di masa transisi atau peralihan dari musim kemarau ke hujan, selalu dibarengi dengan cuaca ekstrem.

“Yang perlu diantisipasi menjelang Idul Fitri ke musim hujan, antisipasi hujan tiba-tiba, hujan petir, sewaktu-waktu angin puting beliung. Ini yang harus diantisipasi,” ujar Ramlan.(ant)