9 Februari 2026 Garuda Tak Terbang di Bandara RHF, Gubernur Ansar Khawatir Ini…

46

Kepri, Posmetrobatam.co: Garuda Indonesia akan menghentikan operasional di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF). Namun, Provinsi Kepri mengupayakan agar maskapai tersebut tetap melayani rute penerbangan dari dan ke Bandara RHF di Tanjungpinang. Jika hal ini terjadi, dikhawatirkan berdampak pada penurunan tingkat kunjungan wisatawan maupun investor.

Hal itu menyusul rencana penghentian operasional pesawat Garuda Indonesia di pusat ibukota Provinsi Kepri tersebut per tanggal 9 Februari 2026.

“Kita sudah menemui manajemen Garuda Indonesia di Jakarta. Hasilnya, masih dipertimbangkan kembali,” kata Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, Rabu (28/1).

Ansar mengatakan, upaya lain yang akan dilakukan ialah pemerintah daerah akan memperbanyak agenda wisata di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan agar banyak wisatawan datang melalui bandara RHF.

BACA JUGA:  Penyesuaian Efisiensi, Kegiatan Dinas di Pemko Batam tak jadi di Hotel, Konsumsi Nasi Kotak

Selain itu, menurut dia, Pemerintah Provinsi Kepri juga berencana menaikkan satuan standar harga (SSH) perjalanan dinas ASN guna menyesuaikan dengan harga tiket Garuda.

“Dengan menaikkan SSH, Garuda bisa menjadi pilihan para pegawai saat melakukan perjalanan dinas ke luar daerah, seperti Jakarta,” ujar Ansar.

Selanjutnya, Ansar turut mengimbau para pegawai di Tanjungpinang dan Bintan menaiki pesawat Garuda ketika berangkat dinas keluar daerah.
“Pegawai harus pulang dan pergi lewat Bandara RHF Tanjungpinang, jangan Batam terus,” ujar dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, penerbangan maskapai BUMN itu menjadi salah satu indeks kebanggaan suatu daerah, apalagi status Tanjungpinang sebagai ibukota sekaligus pintu utama masuk wisatawan ke Kepri, selain Batam.

BACA JUGA:  Nih Alasan Li Claudia Kepincut pada Amsakar Maju di Pemilihan Walikota Batam

Ia mengaku khawatir penghentian operasional maskapai penerbangan nasional Indonesia itu bisa berdampak pada penurunan tingkat kunjungan wisatawan maupun investor, khususnya ke Tanjungpinang dan Bintan.

“Pemda Kepri siap mendukung Garuda tetap melayani penerbangan di Bandara RHF Tanjungpinang,” ujar Ansar.

Sementara itu, General Manager Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan membenarkan informasi maskapai Garuda Indonesia akan pamit dari bandara tersebut.

“Informasi secara lisan sudah kita terima dari Garuda, kalau tertulis, belum ada,” katanya.

Setiadi mengatakan maskapai tersebut dijadwalkan melayani penerbangan terakhir di Tanjungpinang pada 9 Februari 2026. Dirinya menduga alasan operasional menjadi salah satu pemicu Garuda ingin mengakhiri layanannya dari bandara RHF.

Ia juga mengatakan jika maskapai tersebut tidak lagi beroperasi, maka penerbangan di bandara RHF akan dilayani oleh maskapai Citilink yang merupakan anak usaha Garuda Indonesia.

BACA JUGA:  Pecahkan Rekor MURI, Masak 1.118 Porsi Ikan Asam Pedas Cabai Kering

Selama ini, Garuda melayani tiga kali penerbangan dalam seminggu, sedangkan Citilink empat kali dalam seminggu, untuk rute Tanjungpinang-Jakarta dan sebaliknya.

“Dengan tidak dilayani Garuda, ke depan Citilink akan terbang setiap hari melayani penumpang di bandara RHF,” katanya.(ant)