Mensos Saifullah Yusuf: Sekolah Rakyat Fokus Anak Keluarga Miskin dan Putus Sekolah

129

Batam, Posmetro Batam.co: Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat menjadi bagian dari Program Strategis Nasional Presiden yang secara khusus menyasar keluarga paling tidak mampu, terutama anak-anak yang putus sekolah, berpotensi putus sekolah, atau belum pernah mengenyam pendidikan.

Hal itu disampaikan Saifullah Yusuf saat menghadiri Rapat Kerja Nasional XVII APKASI di Aston Hotel Batam, Selasa (20/1).

Menurutnya, Sekolah Rakyat dirancang sebagai pendidikan berasrama yang dijalankan melalui kerja sama pemerintah pusat dengan bupati, wali kota, dan gubernur. Kepala daerah dinilai paling memahami kondisi warganya karena memiliki basis data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Anak-anak dari keluarga yang paling tidak mampu inilah yang menjadi atensi serius Presiden. Negara hadir melalui Sekolah Rakyat,” ujar Saifullah Yusuf.

BACA JUGA:  Berserak Baliho Tanda Coblos Paslon Berlogo KPU dan Pemko Batam, Pesan Dukungan?

Saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 lokasi pada tahun ajaran 2024/2025. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut terus bertambah, seiring percepatan pembangunan gedung permanen.

Untuk sementara, sekolah masih memanfaatkan gedung milik pemerintah provinsi maupun kementerian, seperti Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Sosial. Namun, pemerintah mendorong daerah segera menyiapkan lahan agar pembangunan fisik dapat dipercepat.

“Target Presiden, minimal setiap tahun ada 100 gedung permanen Sekolah Rakyat yang dibangun melalui APBN,” tegasnya.

Sementara di Kepulauan Riau (Kepri) ada tiga Sekolah Rakyat telah beroperasi, yakni di Anambas, Natuna, dan Tanjungpinang. Kapasitas siswa bervariasi, mulai dari 50 hingga 200 anak, menyesuaikan fasilitas yang tersedia.

Saifullah Yusuf menjelaskan, tenaga pendidik direkrut melalui proses seleksi ketat bersama pemerintah daerah. Seluruh guru merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan telah melalui masa adaptasi awal.

BACA JUGA:  Pemilik dan Sopir di Batam Diberi Edukasi Tentang Bahaya dan Dampak Kendaraan Berat ODOL di Jalan Raya

“Di awal memang ada tantangan, tapi setelah satu sampai dua bulan mereka sudah nyaman. Secara umum program berjalan baik,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, meski berasal dari latar belakang beragam, para siswa mampu mengikuti sistem pembelajaran berasrama dengan baik. Bahkan, sebagian besar siswa memilih tetap tinggal di sekolah saat libur.

“Ini menunjukkan Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, tapi sudah menjadi ruang aman dan harapan baru bagi anak-anak,” tutupnya. (hbb)