Sepanjang 2025, 15 Program Unggulan Amsakar-Li Claudia Direalisasikan untuk Percepat Batam Kota Madani

162

Batam, Posmetrobatam.co: Pemerintah Kota Batam sepanjang 2025 merealisasikan 15 program unggulan sebagai upaya percepatan visi Batam sebagai Kota Madani yang Inovatif, Berkelanjutan, dan Berbudaya, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat investasi dan pariwisata.

Berbagai program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, mulai dari peningkatan layanan dasar, perlindungan sosial, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga peningkatan daya saing sumber daya manusia.

Capaian ini disampaikan dalam pembukaan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Batam Tahun 2027 yang digelar di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Selasa (6/1/2026).

Salah satu fokus utama Pemko Batam adalah pemenuhan layanan air bersih. Hingga 2025, jumlah pelanggan air bersih di wilayah mainland mencapai 326.663 sambungan, sementara di wilayah hinterland bertambah menjadi 7.684 sambungan. Capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam pemerataan pelayanan hingga ke pulau-pulau.

BACA JUGA:  Awas Jebakan Lubang Tergenang Air di Jalan R Suprapto Batuaji

Dalam penanganan banjir, Pemko Batam membangun rumah pompa banjir Sungai Jodoh guna mengurangi risiko genangan di kawasan rawan banjir. Program ini menjadi bagian dari strategi penataan kota jangka panjang agar Batam semakin tangguh menghadapi perubahan iklim.

Di sektor kesehatan dan perlindungan sosial, program pengobatan gratis bagi warga ber-KTP Batam mengalami peningkatan anggaran signifikan, dari Rp46,7 miliar pada 2024 menjadi Rp79 miliar pada 2025. Selain itu, Pemko Batam juga memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada 24.642 pekerja rentan, termasuk pengemudi online, nelayan, petani, dan pekerja informal.

Sebagai bentuk perhatian kepada kelompok lanjut usia, pemerintah menyalurkan bantuan Rp300 ribu per bulan kepada 4.000 lansia, yang ditransfer langsung ke rekening penerima.

Untuk mendorong ekonomi kerakyatan, Pemko Batam menyalurkan pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta kepada 1.500 pelaku UMKM, guna memperkuat kemandirian dan keberlanjutan usaha kecil.

BACA JUGA:  Amsakar-Li Claudia Gowes Santai Bersama Warga Batam, Gaungkan Semangat Hidup Sehat

Di bidang pendidikan dan penguatan SDM, Pemko Batam menyediakan seragam sekolah dan baju Melayu gratis bagi siswa baru SD dan SMP yang menjangkau lebih dari 52 ribu pelajar. Selain itu, beasiswa perguruan tinggi diberikan kepada mahasiswa hinterland serta siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di tujuh perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Sepanjang 2025, Pemko Batam juga merealisasikan pembangunan 42 Ruang Kelas Baru (RKB) dan 2 Unit Sekolah Baru (USB) guna mendukung kualitas pembelajaran.

Peningkatan kualitas tenaga kerja dilakukan melalui 108 jenis pelatihan, dengan total 4.433 peserta, yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan pengembangan ekonomi kreatif.

Di sektor infrastruktur dan transportasi, Pemko Batam mempercepat pembangunan jalan lingkar utara Batam Center serta menata transportasi publik terintegrasi melalui pengembangan Trans Batam dan rencana LRT. Saat ini, sembilan koridor Trans Batam melayani sekitar 5.000 penumpang per hari.

BACA JUGA:  Amsakar Paparkan Strategi untuk Mendukung Pembangunan Daerah di Japan Indonesia Local Administration Seminar 2025

Penguatan lingkungan dan tata kota dilakukan melalui pembentukan UPT Persampahan di tiga wilayah, sebagai bagian dari pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.

Sementara itu, sektor pariwisata dan investasi terus didorong melalui pengembangan destinasi MICE serta penguatan jaringan hotel, guna menjaga iklim investasi yang sehat dan memperkuat posisi Batam sebagai gerbang pariwisata internasional.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa seluruh program unggulan dijalankan dengan prinsip kebermanfaatan langsung bagi masyarakat.

“Pembangunan harus dirasakan langsung oleh warga. Itulah arah kebijakan kami bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra,” ujarnya.

Dengan berbagai capaian tersebut, kepemimpinan Amsakar-Li Claudia menegaskan bahwa pembangunan Batam tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menitikberatkan pada pemerataan, keberlanjutan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.(hbb)