IAS Hadir untuk Cetak SDM Unggul di Bidang Aviasi

197

Batam, Posmetrobatam.co: PT Integrasi Aviation Solusi (InJourney Aviation Services/IAS), sub-holding dari InJourney, resmi meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tahun 2025 bertajuk “IAS Terampil”.

Program pelatihan sumber daya manusia ini digelar bekerja sama dengan PT Gapura Angkasa, salah satu anggota IAS Group. Kick off program dilaksanakan di Gedung Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Senin (8/12)

Dihadiri Walikota Batam, Komisaris IAS, Direktur Komersial IAS, jajaran direksi IAS Group, serta tamu undangan lainnya. Ada sekitar 50 peserta dan pelatihan dilaksanakan selama 9 hari.

Direktur Komersial IAS, Muchdian Muchlis, membuka kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas SDM di sektor penerbangan.
IAS Terampil bukan hanya program pelatihan, tetapi gerakan untuk membuka akses lebih luas bagi masyarakat dalam meningkatkan kompetensi dan memperoleh kesempatan kerja yang lebih baik.

BACA JUGA:  Perda LPJ APBD 2024 Ditetapkan - Gubernur Ansar: Jadi Dasar Penyusunan Keuangan yang Lebih Baik Lagi

“Industri aviasi membutuhkan tenaga kerja terampil dan berintegritas, dan kami ingin memastikan masyarakat memiliki peluang yang sama untuk berkembang,” ujarnya.

Program “IAS Terampil” mengusung fokus pelatihan Basic Cargo dengan instruktur profesional dan tersertifikasi di bidang aviasi. Peserta akan mendapatkan pembelajaran teori, praktik, serta pemahaman teknis tentang prosedur penanganan kargo di bandara.

Selain pelatihan kelas, IAS juga menyediakan sertifikasi kompetensi, mentoring, kesempatan On The Job Training (OJT) di berbagai regional station IAS Group, peluang kerja bagi peserta terbaik di perusahaan-perusahaan IAS Group.

Melalui program ini, IAS menegaskan komitmennya untuk memberikan kontribusi yang berdampak bagi masyarakat, terutama dalam mendukung peningkatan kompetensi dan daya saing tenaga kerja Indonesia.

BACA JUGA:  Evaluasi MBG Kepri: BGN Ancam Stop Kerjasama SPPG yang Abaikan Juknis

Sementara, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menjelaskan bahwa Batam saat ini menghadapi tantangan perubahan struktur ekonomi dari padat karya menuju padat modal, yang menyebabkan penurunan serapan tenaga kerja.

Amsakar memaparkan bahwa tingkat pengangguran di Batam tinggi, salah satunya dipengaruhi oleh derasnya arus migrasi. Menurutnya, aksesibilitas Batam yang sangat terbuka melalui jalur udara, laut, maupun konektivitas antardaerah—membuat arus masuk penduduk terus meningkat. Kondisi itu menuntut kesiapan keterampilan bagi pendatang maupun warga lokal.

“Arus migrasi ke Batam sejak dulu sangat tinggi. Karena itu, masyarakat harus dibekali keterampilan agar siap berkompetisi di dunia kerja. Pelatihan seperti ini sangat kita dukung untuk meminimalkan tingkat pengangguran dan meningkatkan daya saing,” ujar Amsakar.

BACA JUGA:  Lokasi Longsor di Tiban, Pentingnya Kewaspadaan dan Percepatan Penanganan

Ia juga menegaskan bahwa program pelatihan seperti IAS Terampil menjadi salah satu solusi untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil sekaligus menjawab kebutuhan industri di tengah transformasi ekonomi Batam.

“Manfaat pelatihan ini sebaik-baiknya. Karena saat ini kebutuhan carga cukup tinggi,” pesan Amsakar.(hbb)