Batam, Posmetrobatam.co: Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menegaskan komitmennya menjaga inflasi tetap berada pada sasaran nasional, yakni 2,5 ± 1 persen untuk periode 2025-2026.
“Pemerintah memastikan inflasi tetap terkendali melalui pengawasan pasokan dan koordinasi lintas instansi,” ujar Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kepri, Luki Zaiman Prawira, Minggu (30/11).
Luki menjelaskan, digitalisasi dan penguatan ekonomi berbasis teknologi menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi. Menurutnya, sinergi antar-lembaga dan pemanfaatan teknologi akan mendorong daya saing daerah.
“Tentunya, harapan kami kolaborasi terus terbangun, sehingga daya saing meningkat” ucap Luki.
Luki kembali menegaskan pentingnya transformasi digital. Ia menyebut pemerintah tengah menyiapkan penguatan digitalisasi di sektor keuangan dan pelayanan publik sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
“Digitalisasi akan memperluas akses layanan, meningkatkan efisiensi pemerintahan, sekaligus mendorong daya saing daerah,” tegasnya.
Luki menambahkan, Pemerintah Kepri juga mendorong kolaborasi dengan perusahaan daerah hingga sektor swasta untuk memperkuat peran UMKM di tengah perubahan ekonomi yang semakin cepat.
Luki mengakui kondisi geografis Kepri yang terdiri dari ribuan pulau membawa tantangan tersendiri. Namun, posisi strategis daerah yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara justru membuka peluang besar untuk peningkatan konektivitas, perdagangan, dan investasi.
“Meski memiliki tantangan geografis, kami tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Kepri dapat terus terjaga,” pungkasnya. (hbb)









