Ini Para Pengusaha Berpengaruh di Batam, Pemilik THM, Kawasan Industri hingga Pelabuhan Internasional

330
Pelabuhan Umum Bintang 99 (atas) dan Terminal Khusus Bengkong. Foto: Posmetrobatam.co

Batam, Posmetrobatam.co: Kota Batam semakin berkembang pesat karena lokasinya yang strategis di jalur pelayaran internasional. Pelabuhan pun harus dibangun dengan proses reklamasi yang dimiliki para pengusaha tempat hiburan malam (THM) hingga kawasan Industri.

Pulau Batam dekat dengan Singapura dan Malaysia. Statusnya sebagai free trade zone (FTZ), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga menarik banyak investasi.

Pemerintah pusat secara konsisten mengembangkan Batam sebagai pusat industri dan investasi sejak tahun 1970-an, yang didukung dengan pembangunan infrastruktur seperti bandara dan pelabuhan. 

Di antara pelabuhan resmi itu dimiliki para pengusaha Tionghoa berpengaruh di Batam. Dalam mitologi Tionghoa, pengusaha berpengaruh dilambangkan naga yang memiliki kekuatan, keberuntungan, dan kemurahan hati.

Pelabuhan resmi itu berada di kawasan Sei Jodoh, Batuampar yakni; Pelabuhan Bintang 99. Merupakan pelabuhan umum milik Karto, Akau dan Yuangki yang merupakan pengusaha yang bergerak di bidang perhotelan, properti hingga hiburan malam. Lokasi pelabuhan tersebut berdampingan dengan Pelabuhan Petikemas Batu Ampar.

BACA JUGA:  Raungan F-16 di HJB ke-196, Doa dan Harapan untuk Sumatra

Pelabuhan tersebut melayani rute pelayaran domestik hingga kapal asing.

Kini pelabuhan tersebut memiliki depo kontainer yang cukup luas, diperkirakan bisa menampung ratusan hingga ribuan kontainer kosong.

Memiliki dermaga beton yang cukup dipakai untuk bersandar kapal penumpang KM Kelud rute Tanjung Priok Jakarta dan Belawan, dengan kedatangan setiap Rabu dan Minggu.

Juga melayani pelayaran antar pulau yang letak dermaganya berada di alur Pelabuhan rakyat (Pelra) Pantai Stres, bersebelahan dengan kawasan Harbour Bay.

Direncanakan, Pelabuhan Bintang 99 juga akan jadi tempat berlabuhnya kapal-kapal cruise (Kapal pesiar), posisi dermaganya bersebelahan dengan Pelabuhan Petikemas Batuampar.

Batam memiliki 3 pelabuhan ferry internasional, yakni ada di Kecamatan Sekupang adalah Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang, Pelabuhan Harbour Bay di Kecamatan Batuampar dan Pelabuhan Ferry Internasional Batamcentre di Kecamatan Batamkota.

BACA JUGA:  Amsakar Ajak Jemaat Jaga Harmoni dan Toleransi dalam Perayaan Natal Oikumene 2025

Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay yang berlokasi di Kecamatan Batuampar ini milik Hartono (Akau), pengusaha properti juga pemilik kawasan industri Citra Buana. Semula pelabuhan ini berstatus pelabuhan Terminal Khusus (Tersus), dan tak lama berubah jadi Pelabuhan Ferry Internasional.

Kini ada juga pelabuhan yang berstatus Tersus milik Abi (Tek Po), pengusaha flamboyan yang bergelut di bidang pariwisata, kuliner Golden Prawn dan properti berlokasi di Kecamatan Bengkong. Tersus ini, khusus melayani wisatawan yang melakukan tour dari dan ke Malaysia. Lokasinya berdekatan dengan Pelabuhan Ferry Internasional Batamcentre.

Capt Gajah Roseno selaku Technical Expert (pakar teknis) Pelabuhan Bintang 99 yang dikonfirmasi wartawan ini, 18 November 2025, membenarkan, jika pelabuhan tersebut milik tiga orang pengusaha. Dan izin awal dibangunnya pelabuhan tersebut adalah pelabuhan umum.

BACA JUGA:  THM di Batam Diminta Taati Jam Operasional Selama Ramadhan 1446 H

“Mulai awal izinnya memang pelabuhan umum. Pemiliknya tiga orang,” ucap pria yang pernah menjabat Kepala Kantor KSOP Batam, Tanjung Uban dan Tanjung Balai Karimun.

Pelabuhan tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas. Ada depo (tempat penimbunan kontainer), bunkering, air tawar, bongkar muat, kapal interinsuler kapal asing, general cargo. Multipurpose. Dan dipantau dengan tingkat keamanan yang ketat.

“Keamanannya sudah ada drafnya, jadi mulai masuk kita terindentifikasi mulai dari pelabuhan lini satu. Siapa, berbuat apa teridentifikasi,” paparnya.(waw)