Jimmi Siburian Sikapi Musda Golkar Kepri: Ade Angga Harus Sadar Diri

405
Jimmi Siburian, pengurus Ormas MKGR dan Anggota DPRD Batam. Foto: ist

Batam, Posmetrobatam.co: Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kepulauan Riau, tensi politik internal mulai menguat. Pengurus Ormas MKGR dan Anggota DPRD Batam, Jimmi Siburian, memberikan pernyataan keras terkait munculnya nama Ade Angga sebagai sosok yang disebut ingin maju di Musda.

Jimmi tidak menutupi kritiknya.
“Ade Angga harus sadar diri. Jangan memaksakan diri maju kalau rekam jejak dan kontribusinya belum sebanding. Golkar ini bukan tempat coba-coba jabatan,” tegasnya.

Ia menilai bahwa langkah politik seseorang harus diiringi kapasitas, sejarah pengabdian, dan hasil kerja nyata.

“Di organisasi ini, yang dinilai bukan gaya bicara atau ambisi, tapi kerja. Dan semua orang tahu siapa yang benar-benar bekerja,” ujarnya.

BACA JUGA:  Empat Event Ambil Bagian dalam Program Karisma Event Nusantara (KEN) 2024Mengembangkan Pariwisata, Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

Menurut Jimmi, figur yang paling layak memimpin Golkar Kepri hanya satu: Rizki Faisal.

“Rizki Faisal itu membina kader, membesarkan banyak orang, dan menghidupkan mesin organisasi. Jaringan kuat, investasi politik nyata, dan komitmennya tidak diragukan. Bandingkan saja siapa yang punya karya, siapa yang hanya muncul menjelang Musda,” ujar Jimmi dengan nada keras.

Ia menambahkan, peta dukungan di daerah juga sangat jelas.

“Suara DPD kabupaten/kota itu sudah bulat ke Rizki. Mereka tahu siapa pemimpin yang benar-benar turun ke bawah, dan siapa yang hanya muncul ketika ingin jabatan,” tegasnya.

Jimmi juga menyinggung fakta bahwa banyak kader yang kini berkembang justru merupakan hasil pembinaan Rizki Faisal.

BACA JUGA:  Personel Lanud RHF Turut Serta Meriahkan Lomba Gerak Jalan Proklamasi 17 Kilometer

“Kalau lahir dari didikan Rizki, sudah seharusnya tahu diri. Menghormati yang membina itu etika dasar dalam organisasi. Jangan melangkahi guru sendiri,” katanya, keras.

Jimmi menutup pernyataannya dengan pesan agar Musda berjalan rasional, bukan emosional.

“Golkar Kepri tidak boleh dipimpin oleh orang yang hanya ingin posisi. Harus dipimpin oleh yang bekerja. Dan itu Rizki Faisal,” tandasnya.(*)