Kapal Bawa 60 Ton Kelapa Karam di Pelabuhan Golden Fish Batam, Kelapa Berserakan di Laut

306

Batam, Posmetrobatam.co: Kapal motor (KM) Senang Hati 68 dari Provinsi Jambi tujuan Kota Batam yang membawa muatan 60 ton kelapa karam di Pelabuhan Golden Fish, Kota Batam, Senin (25/8) sekitar pukul 03.00 WIB.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Zaenal Arifin dikonfirmasi Senin (25/8), membenarkan adanya kejadian tersebut, dan saat ini penanganannya dipantau oleh Polsek Bulang.

“Ya, kami sudah melakukan langkah-langkah di antaranya mendatangi tempat kejadian untuk memastikan penyebab kecelakaan laut tersebut. Tim Inafis sudah kami kerahkan mengecek ke lokasi,” kata Zaenal.

Terpisah Kapolsek Bulang Iptu Adyanto Syofyan mengatakan, peristiwa terjadi pada Senin (25/8) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Kapal KM Senang Hati 68 tiba dari Jambi dan langsung bersandar di Pelabuhan Golden Fish Jembatan 2 Barelang, Kecamatan Bulang pada Minggu (24/8) malam.

BACA JUGA:  Amsakar-Li Claudia Resmi Buka MTQH XXXIV Nongsa, Antusias Warga Bikin Wali Kota Kagum

Saat itu kapal yang membawa tiga anak buah kapal (ABK) termasuk nakhoda memilih bersandar di Pelabuhan Golden Fish untuk pertama kalinya. Awak kapal mengikatkan tali kapal ke salah satu tiang pancang di pelabuhan tersebut.

Namun, karena terjadi surut, dan muatan kapal belum dibongkarmuatkan ke pelabuhan, tiang pancang patah dan mengenai bagian kapal, hingga terjadi kebocoran di lambung kapal.

“Setelah kapal bersandar (Minggu), para kru kapal langsung istirahat dalam situasi air pasang, keesokannya (Senin-red) pukul 03.30 WIB, tiba-tiba kapal mengalami kondisi miring yang mengakibatkan bekas pancang beton dermaga yang sudah patah, hingga kapal karam,” kata Adyanto.

Perwira pertama Polri itu mengatakan, akibat kapal karam, kelapa yang berada di kapal berserakan ke laut, hingga sebagian hanyut dan sebagian yang lainnya berhasil dievakuasi dan ditaruh di pelabuhan.

BACA JUGA:  Peserta Lomba Robotik Internasional Dilepas

“Pemilik kelapa dan juga kapal, menaksir kerugian akibat alam ini mencapai Rp100 juta,” ujarnya.

Menurut Adyanto, peristiwa ini telah ditangani oleh Ditpolairud Polda Kepri. Sementara Polsek Bulang dalam ini turut membantu dengan mendatangi tempat kejadian, mengambil dokumentasi, membuat laporan awak kronologi kejadian, dan berkoordinasi dengan Ditpolairud Polda Kepri, serta Inafis Polda Kepri.

“Dipastikan tidak ada korban jiwa, nakhoda dan dua anak buah kapal berhasil selamat. Hanya kelapanya saja yang hanyut terbawa arus laut,” ujar Adyanto.(ant)