Anambas, Posmetrobatam.co: Dua anak yang nyaris tewas tertimpa tembok rumahnya yang roboh mendapat bantuan dari Polres Kepulauan Anambas. Tembok itu roboh diterjang angin kencang yang melanda wilayah Palmatak, Kabupaten Anambas, pada Minggu (24/8) siang.
Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka dalam keterangan, Selasa (26/8), menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut dan mengapresiasi kesigapan anggota Polsek Palmatak dalam membantu korban.
“Polri akan selalu hadir untuk masyarakat khusus dalam situasi dan kondisi darurat. Kami turut prihatin atas kejadian ini, bersyukur korban cepat tertolong,” ujar Gusti.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem, serta memastikan bangunan rumah memiliki pondasi yang kuat agar tidak membahayakan penghuni.
Berdasarkan prakiraan BMKG, bulan Agustus hingga September ini wilayah Kepri sudah memasuki musim penghujan dengan potensi hujan ekstrem.
Peristiwa tembok rumah rohoh menimpa dua anak di Palmatak itu terjadi Minggu (24/8) pukul 11.20 WIB di rumah Jepriden (55) di Dusun IV Tanjung Empat, Desa Ladan. Kedua anak yang jadi korban yakni M. Rizky (13) dan Marthin Bagas Spethino (12).
Jepriden, ayah kedua anak menceritakan, peristiwa terjadi ketika dinding rumah terbuat dari batu bata setinggi 3 meter tiba-tiba roboh diterpa angin kencang. Kedua anaknya tengah berada di dalam rumah tidak sempat menghindar hingga tertimpa material bangunan.
Dia mengakui dinding kondisi fondasi rumahnya tidak kuat, sehingga tidak mampu menahan terpaan angin yang terjadi saat cuaca ekstrem melanda siang itu.
“Kedua anak saya sempat berusaha menghindar, tapi tidak berhasil,” katanya.
Kedua anaknya tersebut langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Palmatak untuk mendapatkan perawatan intensif. Keduanya mengalami luka di bagian kepala disertai pendarahan dari mulut, hidung dan telinga. Meski demikian keduanya masih dalam keadaan sadar ketiga dievakuasi oleh ayah dan warga.
Mendapatkan laporan kejadian, Polsek Palmatak langsung mendatangi lokasi kejadian, mengamankan rumah kejadian, dan meminta keterangan saksi, serta memastikan kedua korban segera mendapatkan penanganan medis.
Selain itu petugas Polsek Palmatak juga memberikan pengawalan korban menuju fasilitas kesehatan.
Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian materi sekitar Rp20 juta. Hingga kini kondisi kedua anak tersebut dalam keadaan stabil setelah mendapatkan perawatan medis dan rencananya akan dirujuk ke RSUD Tarempa untuk penanganan lebih lanjut.(ant)









