Batam, Posmetrobatam.co: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Pulau Rempang. Proyek tersebut ditarget selesai tahun ini.
Staf Ahli Menteri KKP Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya Trian Yunanda mengatakan, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan pengembangan dari Kampung Nelayan Modern (Kalamo) yang telah dibangun KKP di Biak, Papua.
“KKP akan membangun Kampung Nelayan Merah Putih, ini updating dari Kampung Nelayan Modern yang dibangun di Biak,” kata Trian, Selasa (11/8).
Trian hadir mewakili KKP dalam kegiatan penyerahan 94 sertifikat hak milik (SHM) oleh Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman kepada warga terdampak pengembangan proyek Rempang Eco City yang direlokasi ke kawasan Tanjung Banun.
Menurut dia, sudah ada peningkatan pengembangan dalam rencana pembangunan ini yang diintegrasikan dengan program Presiden RI yakni membangun koperasi desa, dan kelurahan merah putih.
Akan ada pembangunan sarana prasarana perikanan dan kelautan di kawasan Tanjung Banun yang nantinya diharapkan seluruh kegiatan nelayan akan terintegrasi, mulai dari penangkapan, pengolahan, hingga wirausaha.
“Jadi itu nanti terintegrasi. Harapannya itu nanti warga di sini nelayan bisa membentuk kelembagaan koperasinya, dan kami bangun fasilitas sarana prasarana produksi,” ujarnya.
Sarana dan prasarana produksi yang akan dibangun, kata dia, yakni tambatan perahu nelayan atau dermaga dengan panjang 146 meter dan lebar 46 meter, dilengkapi tempat kapal nelayan untuk menurunkan hasil tangkapannya di pelabuhan.
Kemudian sarana prasarana hulu dan hilir seperti SPBU untuk nelayan, pabrik es, dan tempat penyimpanan hasil tangkapan atau penyimpanan dingin (cold storage) dengan kapasitas 20 ton.
“Kami lengkapi fasilitas sarana prasarana hulu dan hilirnya, sehingga nanti nelayan bisa menangkap ikan dengan hasil tangkapan yang baik,” katanya.
KKP juga akan membangun bengkel kapal, kios logistik, dan tempat landscaping yang instagramable sehingga dapat mengundang kaula muda untuk datang ke Tanjung Banun Rempang Eco City.
“Jadi orang-orang muda datang ke sini (Tanjung Banun), bisa juga membeli ikan-ikan segar,” katanya.
Dia mengatakan proyek KNMP Rempang ini ditargetkan selesai akhir tahun 2025, saat ini tahapannya pembangunan sedang seleksi calon penyedia.
“Mudah-mudahan akhir Agustus sudah mulai groundbreaking (peletakan batu pertama), karena saat ini sedang seleksi calon penyedianya, DED sudah selesai. Targetnya Desember tahun ini selesai,” kata Trian.
Sebelumnya, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman mengatakan kementeriannya bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait dalam meningkatkan kapasitas warga terdampak proyek Rempang Eco City dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan.
Kerja sama juga dengan KKP di antaranya penambahan perahu nelayan sebanyak 14 perahu dengan mesin ukuran 5GT, membangun rumah produksi ekonomi pengolahan ikan, dan dermaga tambahan, dermaga utama, cold storage, dan SPBU nelayan.
“Jadi dari pemerintah tidak hanya BP Batam sendiri yang membangun kawasan ini, ada transmigrasi, ada pemerintah kota, ada juga kementerian PU dan juga KKP, dari TNI, ATR/BPN, masih banyak lagi, dari pariwisata, dari kementerian pendidikan juga akan ikut memberikan sumbangan termasuk dunia usaha,” kata Iftitah.(ant)









