Batam, Posmetrobatam.co: Menyusul temuan praktik pengoplosan beras di sejumlah daerah, namun di Batam kualitas dan kesesuaian berat beras yang beredar di pasar masih sesuai dengan ketentuan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis menyebutkan bahwa pihaknya secara berkala melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan distribusi beras.
“Karena beras di Batam bukan produksi lokal, fokus kami adalah pada ketersediaan dan distribusi. Kami menerima data dari para distributor setiap bulan, jika ada dugaan pelanggaran, akan dikoordinasikan dengan Satgas (Satuan Tugas) Pangan Polda Kepri,” ujar Mardanis,, Selasa (15/7).
Sejauh ini, kata dia, belum ada temuan pengoplosan beras di wilayah Batam. Pengawasan juga dilakukan bersama instansi teknis lain dalam rantai distribusi pangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Gustian Riau menambahkan, pengawasan oleh pihaknya difokuskan pada barang dalam keadaan terbungkus (BDKT), termasuk memastikan berat dan informasi label sesuai ketentuan.
“Untuk berat beras dalam kemasan, itu domain kami. Kami rutin melakukan uji petik di pasar, warung dan minimarket, dan hasilnya sejauh ini aman, tidak ditemukan penyimpangan,” katanya.
Gustian juga memastikan, beras yang beredar di Batam mayoritas berjenis beras premium dengan harga terjangkau dan jumlah yang mencukupi.
Senada dengan hal tersebut, Pemimpin Cabang Perum Bulog Batam, Guido XL Pereira mengatakan, tidak ada praktik pengoplosan beras di lingkungan Bulog.
“Kami adalah lembaga yang menjalankan penugasan pemerintah. Semua beras yang kami salurkan sesuai regulasi dan tidak ada praktik manipulasi,” katanya menegaskan.
Dengan koordinasi bersama lintas instansi, Pemkot Batam memastikan distribusi beras tetap aman dan masyarakat mendapatkan beras dengan kualitas serta jumlah sesuai standar.(ant)









