Malam Jumat, Jamaah Ghaib Terdengar Berdzikir di Masjid Ulil Amri Pemko Tanjungpinang

1096

Tanjungpinang, Posmetrobatam.co: Masjid Ulil Amri ini berada di area perkantoran Pemko Tanjungpinang. Tepatnya, di Senggarang  Kecamatan Tanjungpinang Kota.

Sesuai data yang ada, Masjid Ulil Amri, diresmikan Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah pada 1 April 2016. Sudah 9 tahun, masjid ini berdiri.

Namun, siapa sangka. Dibalik keberadaannya, ada cerita misteri yang menyebar di kalangan penduduk setempat, dan juga warga lain yang sempat singgah, untuk melaksanakan sholat lima waktu di sana.

Seperti yang dituturkan Bagas, warga Jalan Matador, Kampung Baru. Kata Bagas, pada sore itu, jam 17.30 WIB, dirinya berada di kawasan Senggarang karena ada urusan pekerjaan luar yang belum selesai.

Bagas memperkirakan, andai balik ke rumahnya di Jalan Matador Kampung Baru, maka dipastikan bakal tak sempat sholat maghrib. Maklum, jarak Senggarang -Jalan Matador Kampung Baru, sekitar 14 kilometer.

BACA JUGA:  Danlanud RHF jadi Narasumber Sosialisasi “ASN Bersih, Bebas Narkoba dan Pinjaman Online” Bersama Forkopimda Tanjungpinang

Jadi, Bagas memutuskan untuk sholat di masjid terdekat. Spontan, Bagas teringat salah satu masjid yang ada di kawasan perkantoran Pemko Tanjungpinang. Namanya Masjid Ulil Amri.

Dia pun melanjutkan perjalanan menuju masjid tersebut. Setibanya di masjid. Ia menunggu waktu adzan Maghrib, masih kurang lebih, 40 menitan lagi.

Saat memasuki waktu magrib, Bagas malah membatalkan niatnya untuk sholat di masjid itu.

Apalagi, suasana masjid itu gelap. Padahal, sudah jam 18.20 WIB, tapi lampu masjid itu tak dinyalakan.

Mau nekad, Bagas masih ragu. Karena suasana masjid masih gelap, jelas menyeramkan.

Tapi, di tengah keraguannya itu, ia tiba-tiba semangat. Karena dia mendengar ada suara orang-orang berdzikir di dalam masjid.

BACA JUGA:  Bupati Cen Sui Lan Pimpin Deklarasi Damai untuk Natuna Aman dan Kondusif

“Aneh…tapi nggak ada satu pun sandal orang di teras masjid. Masa iya ada orang di dalam. Tadi perasaan sepi,” gumamnya.

Kembali dirinya pasang pendengaran, mencoba masuk ke dalam masjid sambil coba mengucap salam.

“Assalamuallaikum!” ucapnya.
Dua kali dia mencoba mengucap salam. Tapi tak ada sahutan, dan tak juga dia melihat ada jamaah berdzikir.

“Perasaan tadi kayak banyak yang berdzikir di sini. Tapi sepi,” kata Bagas, mulai curiga.
Akhirnya dia balik kanan dengan debar jantung yang tak karuan.

“Ya Allah,” ucapnya saat keluar masjid.

Bagas teringat, hari itu adalah malam Jumat. Dia memilih beranjak pergi dari masjid itu.

Belakangan, diketahui Bagas, dan juga menurut cerita beberapa warga Senggarang, masjid itu memang kerap kedatangan jamaah ghaib di malam-malam Jumat tertentu. Mereka datang untuk berdzikir.

BACA JUGA:  20 Anggota DPRD Natuna 2024-2029 Dilantik, Masih Dipimpin Ketua DPRD Sementara

Pantauan Posmetrobatam.co di lapangan, Jumat (11/7), jam 19.00 WIB, terlihat penerangan di kawasan perkantoran Pemko Tanjungpinang sangat  minim.

Begitu juga penerangan Masjid Ulil Amri, gelap. Tidak ada pencahayaan di sana.

Memang, di sisi lain, masjid di kawasan perkantoran Pemko Tanjungpinang ini, lebih banyak digunakan sholat para pegawai pemko, hanya di jam kerja. Senin-Jumat.  Itupun jam 12.00 WIB-17.00 WIB. Setelah jam kantor berakhir, suasana kantor dan juga masjid ini, sepi.(aiq)