Batam, Posmetrobatam.co: Sampah di pinggir jalan Trans Barelang, Sagulung hingga kini terbiarkan. Kondisi itu tidak hanya mengganggu estetik menuju tempat Wisata Barelang, tapi sampah ini memang sudah mulai meluber ke jalan hingga mengganggu pengguna jalan.
Sebelumnya, tumpukan sampah yang berada persis di depan Perumahan Citra Laguna ini belum separah sekarang. Tumpukan sampah masih jauh dari bibir jalan. Karena tak kunjung ada perhatian serius, kondisi tumpukan sampah semakin hari makin prihatin saja.
Diketahui, tumpukan sampah ini belum sampai 1 tahun. Bahkan awal tahun 2025 menjadi permulaan pembukaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di lokasi ini. Tidak butuh waktu lama, satu dan dua bulan berselang sampah di lokasi ini menggunung. Warga tidak ragu lagi untuk buang sampah di lokasi ini.
Seseorang yang pernah kedapatan membuang sampah disini sudah tidak merasa takut lagi. Pria itu mengaku membuang sampah karena tidak ada tempat lain.
“Bingung mau kemana buang sampah, di lokasi ini menjadi tempat yang tepat bagi kami untuk membuangnya,” katanya sembari tarik gas motornya.
Kemungkinan ini menjadi hal lazim bagi warga sekitar yang terbiasa buang sampah di sana. Sebab di lokasi ini sama sekali tidak ada tindakan tegas dari pemerintah setempat untuk memberikan sanksi kepada warga yang kedapatan buang sampah.
Belakangan ini, tumpukan sampah dibakar hingga menimbulkan asap tebal. Larangan untuk buang sampah di lokasi pun tidak ada sama sekali, padahal sudah jelas bahwa lokasi ini bukanlah TPS yang ditetapkan oleh pemerintah
Novri, warga Tembesi menilai masalah sampah di Kota Batam, umumnya di wilayah Batuaji dan Sagulung belum bisa ditangani dengan baik. Sebab di beberapa titik lokasi yang berdekatan dengan jalan protokol masih dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah liar.
“Ini sebenarnya yang perlu diperhatikan. Awalnya buang sampah sedikit dan masih diangkut oleh petugas sampah, tapi kelamaan petugasnya jadi malas, akhirnya sampah menumpuk,” ucap Novri.
Novri menuturkan, sebelum ada tindakan dan solusi dari pemerintah untuk mengatasi sampah, maka TPS liar masih akan tetap ada. Untuk itu, komitmen menegakkan aturan harus benar-benar di jalankan.
Namun sebelum berikan tindakan, petugas juga harus ke lapangan untuk mencari tahu apa penyebab warga membuang sampah di lahan kosong.
“Petugasnya jangan hanya di kantor saja, sesekali ke lapangan, cari alasan mengapa warga pada buka TPS baru. Yang pastinya itu karena pelayanan sampah masih buruk. Dan boro-boro bersihkan sampah di TPS liar, sampah di perumahan saja kadang sekali sebulan diangkut,” pungkasnya.
Hafiz, Camat Sagulung saat dikonfirmasi Posmetrobatam.co, belum bisa memberikan komentar terkait tumpukan sampah yang kian meresahkan ini.
Hingga kini, tumpukan sampah masih belum ada penanganan meski sudah hampir meluber ke jalan. Padahal pengunjung yang hendak berwisata ke arah Barelang harus melewati tumpukan sampah ini.
“Sepertinya lokasi sampah-sampah itu mau dijadikan tempat wisata baru, di wilayah Barelang,” ucap Udin, warga Sagulung.(jho)









