Kepri, Posmetrobatam.co: Pelatihan kerja bidang pengelasan atau welder dibutuhkan di wilayah Kepri. Khususnya di Kabupaten Karimun dan Kota Batam.
Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Kepulauan Riau (BP3MI Kepri), Imam Riyadi menyebut kebutuhan tenaga kerja Welder di Kepri, khusus Batam dan Karimun cukup tinggi, termasuk permintaan keluar negeri.
“Hal yang menjadi kekhususan Provinsi Kepri, di mana siklus bekerja di bidang welder. Kebutuhan welder di Kabupaten Karimun dan Kota Batam masih belum tercukupi,” kata Imam, Sabtu (29/11).
Dia menjelaskan, banyak perusahaan kapal yang membutuhkan skill komunitas welder yang ada di luar negeri, dan ada kesempatan peluang bekerja di luar negeri dengan upah yang lebih tinggi dan menjanjikan.
“Kami memberangkatkan secara legal dan prosedural pekerja welder ini keluar negeri, sehingga terjadi kekurangan welder yang bekerja di Batam dan Karimun,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata Imam, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja harus menyiapkan tenaga kerja dengan keahlian welder yang sudah siap untuk mengisi kekurangan tersebut secara berkelanjutan.
BP3MI Kepri juga menemukan beberapa kendala yang perlu diatasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja keahalian welder di Batam dan Karimun.
Selama ini, banyak pekerja welder mengambil pelatihan sertifikasi ke Lampung dengan biaya mencapai belasan juta, karena di wilayah Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di wilayah Karimun dan Batam belum menyediakan latihan sertifikasi tersebut.
“Kami mendorong kiranya BLK yang ada di Karimun maupun Batam bisa dioptimalkan untuk program sertifikasi welder, sehingga para pekerja ini tidak perlu jauh-jauh ke Lampung untuk mendapatkan sertifikat keahlian,” tandasnya.(ant)









