Investor Pasar Modal di Kepri Capai 177 Ribu, Didominasi Generasi Muda

181

Batam, Posmetrobatam.co: Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) mencatat jumlah investor pasar modal telah mencapai 177.677 orang per September 2025. Dari jumlah tersebut, 117.251 investor atau 66% berasal dari Kota Batam.

Kepala BEI Kepri, Indra Novita, menyampaikan bahwa minat masyarakat terutama generasi muda terus meningkat. Menurutnya, tren ini menunjukkan semakin banyak warga yang sadar pentingnya investasi dan pengelolaan keuangan.

“Media itu kepanjangan tangan kami untuk memasyarakatkan pasar modal, khususnya di Kepri,” ujar Novi, di kawasan Nagoya, Batam, Sabtu (29/11).

Ia menegaskan peran media sangat vital dalam menghadirkan informasi yang kredibel bagi masyarakat. Secara nasional, pertumbuhan investor juga menunjukkan lonjakan signifikan yakni September 2025: 18.590.168 SID dan Oktober 2025: 19.169.784 SID.

BACA JUGA:  Metro Forum Bersama Kepala Bapenda Kepri Abdullah

Dengan tren tersebut, jumlah investor diperkirakan segera melewati 20 juta SID, menandai gelombang besar partisipasi masyarakat, khususnya Gen Z, ke dunia investasi.

Ia menambahkan, meski BEI baru merilis beberapa instrumen anyar seperti Single Stock Future, Novi menegaskan bahwa edukasi di Kepri tetap fokus pada produk inti dulu, mulai dari saham, obligasi negara, obligasi korporasi, sukuk, reksadana, hingga ETF.

“Produk baru bisa kita sosialisasikan bersama media. Tapi yang penting, masyarakat memahami dulu produk inti di pasar modal. Sehingga masyarakat paham,” kata Novi.

Dalam upaya memperkuat literasi keuangan, BEI Kepri aktif menggandeng OJK, perguruan tinggi, SMA, lembaga pemerintah, hingga berbagai asosiasi. Salah satu program unggulannya adalah Galeri Investasi yang dibuka di berbagai kampus dan sekolah.

BACA JUGA:  Taekwondo Kharisma Bangsa Bidik Medali Speed Kicking

“Kita ingin edukasi dimulai sejak dini. Jadi generasi muda bisa kenal instrumen keuangan dari awal,” kata Novi.

BEI juga menyediakan Sekolah Pasar Modal (SPM) secara daring maupun luring untuk memastikan calon investor memahami risiko dan manfaat sebelum mulai berinvestasi.

Nah, untuk pemul Novi menyarankan mulai dari reksadana karena dikelola oleh manajer investasi profesional dan lebih aman bagi investor baru.

Selain edukasi langsung, BEI juga memperkenalkan IDX Mobile, aplikasi resmi BEI yang dilengkapi fitur belajar pasar modal, pemantauan harga saham real time, hingga simulasi perdagangan dengan modal virtual Rp5 juta.

“Ini kesempatan untuk memulai untuk belajar pasar modal. Aplikasinya gratis dan semua bisa akses,” terang Novi.(hbb)

BACA JUGA:  Kepala BP Batam Optimistis Terminal 99 Mampu Perbaiki Kualitas Layanan Penumpang