Benny Wenda Pidato Pembebasan Papua Barat di KTT Melanesian, Indonesia Tegas Walk Out

72
Pemimpin kelompok separatis Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda kembali menjadi sorotan setelah berpidato di KTT Melanesian.

POSMETROBATAM: Pemimpin kelompok separatis Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda kembali menjadi sorotan setelah berpidato di KTT Melanesian Spearhead Group (MSG) di Prot Vila, Vanuatu pada pekan lalu.

Pidato Benny Wenda itu memicu reaksi dari delegasi Indonesia yang ikut hadir dalam KTT tersebut. Delegasi RI yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Mansury memutuskan walk out atau keluar ruang sidang saat tokoh separatis itu hendak memulai pidatonya.

“RI menegaskan ULMWP telah menyalahgunakan forum MSG untuk menjustifikasi tindak kekerasan yang dilakukan kelompok yang terafiliasi dengan organisasi itu yang telah melakukan berbagai tindak kejahatan seperti penyanderaan pembakaran sekolah, hingga pembunuhan terhadap orang asli Papua,” dikutip dari ABC News pada Senin (28/8).

BACA JUGA:  Gempa Dahsyat di Myanmar, Korban Tewas Tambah jadi 1.644 Orang, 3.408 Luka-luka

Menurut RI, aksi walk out dibutuhkan untuk menggambarkan penolakan keras terhadap masalah ini. Aksi keluar ruang sidang seperti ini memang lumrah terjadi dalam suatu pertemuan untuk menunjukkan sikap penentangan.

“Delegasi RI telah mengambil langkah-langkah yang lazim dalam dunia diplomasi untuk mengekspresikan penolakan tersebut, termasuk meninggalkan ruangan ketika ULMWP menyampaikan narasi bohong tentang situasi di Papua,” tulis pernyataan dari Kemenlu RI.

Benny Wenda memang dikenal memiliki hubungan yang dekat dengan negara Melanesia. Beberapa negara di kawasan Pasifik itu seperti Vanuatu bahkan terang-terangan mendukung kampanye Benny memerdekakan Papua.

Melanesian Group (MSG) memiliki anggota yakni empat negara terdiri dari Papua Nugini, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Vanuatu serta satu organisasi yakni Front De Liberational De Nationale Kanak Et Solcialiste (FLNKS) dari New Caledonia.

BACA JUGA:  Tim Ahli PBB Desak Semua Negara Mengakui Kedaulatan Palestina

Sementara itu, Indonesia merupakan associated member atau anggota terkait dalam forum tersebut sejak 2015. Indonesia bergabung lantaran memiliki jutaan orang Melanesia.

Benny Wenda diketahui memang telah lama mengincar keanggotaan penuh dalam MSG. Sebab, pengakuan sebagai anggota penuh dalam MSG dianggap menjadi perluasan pengakuan dan kemenangan diplomatis terkait gerakan Papua Merdeka. (jp group)