Batam, posmetrobatam.co: Pemerintah Kota Batam menggelar salat istisqa di Alun-Alun Engku Putri, Batamcentre, Senin (30/3) untuk menghadapi kekeringan yang tengah melanda.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa pelaksanaan salat istisqa menjadi ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang yang menyebabkan penurunan curah hujan serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
“Karena kondisi saat ini, kita melaksanakan salat sunah istisqa sebagai bentuk doa bersama dalam menghadapi kondisi cuaca panas ekstrem,” ujarnya.
Amsakar menjelaskan, berdasarkan informasi dari BMKG dan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sejumlah wilayah di Indonesia saat ini mengalami cuaca ekstrem berupa suhu tinggi dan minimnya curah hujan.
Ia menambahkan, kondisi tersebut juga terjadi di Batam. Dalam beberapa hari terakhir, kebakaran hutan dan lahan muncul di sejumlah titik, seperti di kawasan Galang, Sekupang, hingga sekitar Pulau Manis.
“Rumput dan tanaman mulai mengering dan menguning sehingga sangat rentan terbakar,” jelas Amsakar.
Pemko Batam terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk menangani titik-titik kebakaran agar tidak meluas.
Amsakar berharap pelaksanaan salat istisqa dapat memperbaiki kondisi cuaca. Ia menilai langkah tersebut sebagai bagian dari ikhtiar menyeluruh, selain upaya teknis yang terus dilakukan pemerintah.
“Mudah-mudahan ikhtiar ini membawa hujan, sehingga dapat membantu mengatasi persoalan air bersih sekaligus menekan risiko kebakaran hutan dan lahan,” beber dia.
Ia menegaskan, pemerintah akan terus mengambil berbagai langkah untuk melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan, termasuk mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi aktif dalam menghadapi dampak musim kemarau.
“Alhamdulillah, antusias masyarakat dan ASN cukup tinggi dalam melaksanakan salat Istisqa,” pungkasnya. (hbb)









