Ini Statment LPPD Kepri Penyebab Gagalnya Tim PSW Berangkat ke Pesparawi Nasional, Travel Akui Lalai

142

Batam, Posmetrobatam.co: Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi Daerah (LPPD) Provinsi Kepulauan Riau akhirnya menjelaskan penyebab batalnya keberangkatan tim Paduan Suara Wanita (PSW) ke Pesparawi Nasional di Manokwari, Papua Barat. LPPD menegaskan kegagalan tersebut terjadi akibat kelalaian pihak travel yang telah menerima pembayaran tiket secara lunas sejak Mei 2026.

Akibat persoalan itu, tim PSW gagal diberangkatkan ke Manokwari. Bahkan Ketua LPPD Kepri, Jumaga Nadeak, SH, memilih tidak ikut berangkat sebagai bentuk tanggung jawab atas persoalan yang terjadi.

“Kami baru menyampaikan penjelasan setelah seluruh kontingen kembali dari Manokwari. Selain keterbatasan frekuensi penerbangan, anggaran dan penginapan di Papua juga membuat keberangkatan peserta harus dilakukan secara bertahap,” ujar Jumaga

LPPD menjelaskan panitia telah melunasi pembayaran tiket seluruh peserta dan ofisial pada 7 Mei 2026 dengan rute Batam–Manokwari pulang pergi. Pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening Travel Rizki Evanti Bersahaja Tour and Travel setelah panitia memutuskan pengadaan tiket dalam rapat.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30, Tegaskan Pentingnya Sinergi Pusat dan Daerah

Untuk mengantisipasi kenaikan harga, panitia segera menyerahkan seluruh data peserta, mulai dari Paduan Suara Pria (PSP), Paduan Suara Wanita (PSW), Solo Anak hingga ofisial. Pihak travel kemudian memberikan kode booking sebagai bukti pemesanan.

Awalnya tidak ditemukan kendala. Sesuai jadwal, peserta PSW direncanakan berangkat dari Tanjungpinang menuju Jakarta pada 25 Juni 2026, kemudian melanjutkan penerbangan ke Manokwari pada 26 Juni.

Namun sehari sebelum keberangkatan, travel tidak mampu menyediakan tiket Jakarta-Manokwari sebagaimana yang telah disepakati. Kondisi itu memaksa panitia membatalkan keberangkatan tim PSW.

Panitia bahkan telah meminta peserta PSW tidak berangkat ke Jakarta. Namun sebagian peserta tetap berangkat sebelum akhirnya dipulangkan kembali ke Tanjungpinang. Sebanyak 27 peserta PSW dipulangkan pada 26 Juni 2026.

BACA JUGA:  Wagub Nyanyang Lepas Kontingen Pesparawi Kepri ke Ajang Nasional di Manokwari

Humas LPPD Kepri, Mider Sinaga, mengatakan seluruh kewajiban panitia kepada travel telah diselesaikan, termasuk pembayaran tiket seluruh peserta dan ofisial.

Namun menjelang keberangkatan, peserta hanya menerima salinan kode booking tanpa tiket elektronik yang dapat digunakan untuk melanjutkan perjalanan.

“Kami sudah membayar pembelian tiket seluruh peserta dan ofisial. Namun menjelang keberangkatan, pihak travel hanya memberikan fotokopi atau kode booking kepada peserta,” kata Mider.

Menurutnya, LPPD sengaja menunggu seluruh kontingen kembali dari Manokwari sebelum memberikan penjelasan kepada publik dan menggelar rapat evaluasi.

Di sisi lain, pihak Travel Rizki Evanti Bersahaja Tour and Travel menyampaikan permintaan maaf kepada LPPD Kepri atas kejadian tersebut.

BACA JUGA:  Waspada! Kepri Berpotensi Dilanda Angin Monsoon Asia hingga 10 Januari 2026

Direktur PT Rizki Eka Marti Bersahaja, Vivi, mengakui perusahaannya telah menerima dana sekitar Rp1,016 miliar dari LPPD untuk pengurusan tiket Pesparawi Nasional.

Menurut Vivi, pihaknya kemudian bekerja sama dengan penyedia tiket lain tanpa sepengetahuan LPPD dan menyerahkan uang muka sekitar Rp700 juta kepada mitra tersebut.

“Saya tegaskan kerja sama itu dilakukan tanpa sepengetahuan LPPD. Kelalaian ini murni berasal dari pihak travel dan saya siap bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan,” ujarnya.

Pihak travel juga mengakui peserta hanya menerima kode booking sebagai simbolis saat pelepasan kontingen. Kondisi itu membuat panitia meyakini tiket telah terbit sehingga tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut.(hbb)