Perempuan Bukan Objek, KAMMI: Saatnya Pimpin Kedaulatan Energi Indonesia

74

posmetrobatam.co — Jakarta — Banyaknya permasalahan di Indonesia saat ini. Gerakan perempuan tidak hanya bergerak dalam ranah domestik saja. Tetapi bergerak juga ke arah-arah isu strategis, termasuk energi, kebijakan publik, serta pembangunan nasional. Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Perempuan PP KAMMI, Rafika Afriyanti saat acara talk show Energi Kartini Muda Indonesia “Inovasi, Kepemimpinan dan Keberlanjutan” di Dirjend Holtikultura.

“Perempuan sebenarnya bukan hanya objek pembangunan. Tapi perempuan adalah subjek dari perubahan yang akan membawa gagasan, harapan, serta arah masa depan dan khususnya bagi perempuan Indonesia dalam sektor-sektor yang strategis,” ujar Rafika Afrianti , Sabtu (25/4/2026).

“Saat kita berbicara tentang energi nasional, sebenarnya berbicara tentang kedaulatan. Namun memang realitasnya menunjukkan bahwa kita masih menghadapi tantangan besar seperti ketergantungan impor energi. Ketimpangan akses hingga belum optimalnya pemanfaatan energi terbarukan,” ungkap Rafika.

BACA JUGA:  Ditanya Isu Gabung Golkar, Ini Jawaban Jokowi

Sementara itu Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM RI, Noor Arifin Muhammad yang turut hadir memaparkan mengenai trilema energi yaitu
kerangka kerja kebijakan yang menyeimbangkan tiga tantangan utama.

“Trilema itu ada tiga yakni ketersediaan energi, keterjangkauan energi, dan keberlanjutannya. Ketersediaannya itu adalah tersedianya energi. pemerintah menyampaikan bahwa keadaan masih dapat dijaga dan aman. BBM, LPG, listrik. Kemudian keterjangkauan, baik dari sisi akses fisik dapat dijangkau secara layak, maupun keterjangkauan secara ekonomi. Dan yang ketiga adalah keberlanjutan. Jadi dari upaya pencarian apa sumber-sumber energi, kemudian upaya untuk memproduksinya,” ungkap Noor Arifin.

Dikesempatan yang sama Ketua Umum PP Kammi, Ahmad Jundi Khalifatullah mengatakan ” Hari ini masyarakat dibangun dengan rasa tenang. Namun jangan sampai ketenangan tersebut hanya ketenangan semu yang kemudian bisa meledak sewaktu-waktu”.

BACA JUGA:  Jokowi: Masak (Prabowo) Nyekik (Wamentan), Tidak Ada Itu

“Oleh sebab itu kita juga berdoa kepada Allah SWT, agar perang di Timur Tengah antara Amerika dan Iran segera berakhir. Hal ini yang jadi faktor utama yang menyebabkan perubahan kondisi ekonomi dunia. Dan perjuangan di Indonesia untuk mendapatkan energi kembali,” kata Ahmad.

“Semoga peristiwa ini jadi momen, selain hari perempuan, hari kebangkitan, hari konsolidasi dan kita akan mendeklarasikan diri kita. Agar siap untuk memperjuangkan energi Indonesia. Kita siap untuk ambil dan turut menjadi bagian. kemudian mensukseskan swasembada energi ataupun menciptakan kedaulatan energi di Indonesia,” tutupnya.
(Fri)