Posmetrobatam.co: Memasuki tahun 2026, perekonomian masih menghadapi tantangan global dan domestik. Akselerasi teknologi, ketidakpastian geopolitik, serta transformasi sektor industri menuntut masyarakat untuk semakin adaptif dalam mengelola keuangan. Di sisi lain, pasar modal membuka peluang bagi investor untuk menempatkan dana pada perusahaan yang inovatif, tangguh, dan mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.
Masyarakat perlu memahami bahwa investasi di pasar modal bukan sarana mencari keuntungan instan atau aktivitas spekulatif semata. Investasi yang sehat memerlukan perencanaan matang, pemahaman yang memadai, serta disiplin yang tinggi.
Investor harus mendasarkan setiap keputusan pada tujuan keuangan, profil risiko, dan jangka waktu investasi yang jelas. Dengan pendekatan tersebut, pasar modal menjadi sarana pengelolaan keuangan yang rasional dan terukur, bukan sumber kecemasan.
Agar resolusi finansial dapat terwujud, literasi keuangan memegang peranan penting. Masyarakat perlu memahami legalitas produk investasi, mekanisme risiko, serta mewaspadai penawaran investasi yang tidak masuk akal. Edukasi pasar modal membantu individu mengambil keputusan investasi secara lebih bijak dan bertanggung jawab.
Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berkomitmen meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal. BEI mendorong masyarakat menjadikan pasar modal sebagai sarana perencanaan keuangan jangka panjang melalui pemahaman yang memadai. Untuk itu, BEI secara konsisten menghadirkan berbagai program edukasi agar masyarakat dapat mengenal pasar modal dengan lebih baik dan berinvestasi secara bijak.
Sepanjang tahun 2025, BEI menyelenggarakan 29.474 kegiatan literasi, inklusi, dan aktivasi pasar modal secara luring dan daring melalui Kantor Perwakilan BEI dan Galeri Investasi BEI. Kegiatan tersebut diikuti oleh 2.820.702 peserta. Selain itu, BEI juga melaksanakan 17.575 kegiatan edukasi pasar modal secara virtual melalui media sosial dengan jangkauan 24.092.031 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. BEI terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas di berbagai daerah.
Masyarakat dapat mengakses informasi dan materi edukasi pasar modal melalui situs resmi BEI di www.idx.co.id serta kanal digital BEI (https://linktr.ee/indonesiastockexchange). BEI juga menyediakan program Sekolah Pasar Modal (SPM) yang dapat diikuti secara daring dan luring.
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat dan calon investor memahami dasar-dasar investasi serta mengenal produk pasar modal secara mudah dan aplikatif. Selain itu, membuka rekening efek di perusahaan sekuritas menjadi langkah awal yang penting agar investor memperoleh pendampingan, informasi pasar, dan pemahaman produk investasi seperti saham, reksa dana, dan surat utang sesuai dengan tujuan dan karakteristik masing-masing investor.
Pada akhirnya, membangun keuangan yang sehat merupakan perjalanan jangka panjang yang berkelanjutan. Resolusi finansial di awal tahun sebaiknya tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses membangun kebiasaan keuangan yang baik. Dengan memanfaatkan pasar modal secara bijak, masyarakat memiliki peluang untuk membangun ketahanan finansial yang lebih kuat dan berkelanjutan.(*/hbb)









