Gara-Gara Listrik Diputus, SD Yos Sudarso III Batuaji Diserang Warga, Guru dan Kepseknya Dikeroyok

199

BATAM, POSMETROBATAM: Sekolah Dasar Swasta Yos Sudarso III di belakang Rusunawa, Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, Batam diserang sekelompok orang tak dikenal pada Kamis (25/4/2024) pagi.

Mereka yang merupakan warga rumah liar atau ruli yang bermukim di sekitar lingkungan sekolah ini datang menyerang pihak sekolah.

Alasannya gara-gara listrik di pemukiman mereka telah diputus oleh pihak sekolah.
Kesal, sekelompok orang ini nekat melarang anak anak untuk bersekolah.

Situasi semakin panas hingga Kepala Sekolah Marianus Sihotang dan seorang guru perempuan bernama Iva dikeroyok massa.

Ditemui di kantor Polsek Batuaji, Marianus mengatakan, kurang lebih 360 murid yang bersekolah di sana.

Pihak sekolah terpaksa membubarkan proses belajar mengajar karena situasi saat itu belum kondusif.

BACA JUGA:  Menurut Dr. Zakir Naik Ini Hukum Menelan Ludah saat Puasa Ramadhan

Permasalahannya berawal dari pemutusan listrik yang dilakukan oleh pihak PLN pada Rabu malam.

“Semalam listrik di kawasan tempat tinggal mereka itu dimatikan sama PLN. Kemudian mereka datang ke sekolah malam itu,” sebut Marianus menjelaskan.

Sejumlah warga yang emosi mendatangi sekolahan dan mengamuk kepada penjaga sekolah. Disana sejumlah warga menyalahkan pihak sekolah karena menyurati PLN untuk memutuskan aliran listrik.

Karena tidak bertemu dengan kepala sekolah, pagi harinya warga yang memang sudah emosi kembali mendatangi sekolah dan menemui kepala sekolah.

Warga tidak bisa menahan emosi dan terjadilah dorong-dorongan hingga sejumlah warga melakukan pengeroyokan.

“Saya dipukul, saya tahu orang-orangnya. Makanya saya buat laporan. Hari ini saya mau visum dulu,” imbuhnya sambil menunjukan bekas luka memar di bagian mata dan kepala bagian belakang.

BACA JUGA:  Perda LPJ APBD 2024 Ditetapkan - Gubernur Ansar: Jadi Dasar Penyusunan Keuangan yang Lebih Baik Lagi

Sementara itu, Kapolsek Batuaji, AKP Benny Syahrizal mengatakan untuk korban yang mengalami penganiayaan sudah diminta untuk membuat laporan polisi. Namun saat ini polisi tengah melakukan mediasi terhadap pihak yang berperkara.(cnk)