Sinergi OJK-BI Dorong Ekosistem Keuangan Digital Inklusif melalui PIDI dan Hackathon 2026

53

Posmetrobatam.co: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia (BI) resmi menginisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sebagai langkah strategis untuk memperkuat inovasi dan pengembangan talenta digital di sektor jasa keuangan nasional.

Inisiatif ini ditandai dengan penyelenggaraan Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA) x Hackathon 2026 bertema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital” di Kantor Bank Indonesia, Senin (23/2).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menghadiri kegiatan hybrid tersebut bersama Kepala Eksekutif Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi serta jajaran Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Dalam sambutannya, Friderica menegaskan pentingnya sinergi regulator untuk membangun generasi muda yang mampu menjadi motor inovasi digital Indonesia. Ia menyatakan, kolaborasi ini bertujuan mencetak talenta penerus yang siap melahirkan berbagai terobosan digital di masa depan.

BACA JUGA:  H-9, Pemudik dengan Kapal PELNI Tembus 226 Ribu Orang, Batam - Belawan Ruas Terpadat

Ia menjelaskan, peserta dari seluruh Indonesia akan mengikuti proses kaderisasi, pembinaan, dan pelatihan intensif agar mampu menghadirkan solusi teknologi yang aplikatif dan berdampak nyata bagi sektor jasa keuangan.

Friderica juga menekankan bahwa transformasi digital telah mendorong inovasi bisnis dan memperluas inklusi keuangan secara signifikan. Namun, regulator tetap memprioritaskan penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen.

“Sektor keuangan sangat terbantu dengan digitalisasi, baik untuk inovasi bisnis maupun inklusi keuangan. Namun, pelindungan konsumen tetap harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Ia menambahkan, percepatan digitalisasi harus dibarengi mitigasi risiko melalui kebijakan dan infrastruktur pelindungan masyarakat yang kuat. Salah satunya melalui pembentukan Indonesia Anti-Scam Center sebagai respons atas tantangan risiko digital.

BACA JUGA:  OJK Berkolaborasi Dengan Pegadaian Gelar Literasi Keuangan di SMAN 1 Karimun

Melalui PIDI, OJK dan Bank Indonesia memastikan setiap inovasi di sektor jasa keuangan menerapkan tata kelola yang baik, manajemen risiko yang solid, serta pelindungan konsumen yang optimal. Dengan demikian, inovasi yang lahir tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dan bertanggung jawab.

DIGDAYA menjadi tahap penguatan melalui mentoring, pembekalan, dan perluasan jejaring industri agar solusi yang dihasilkan siap diimplementasikan dan memiliki daya saing tinggi. Sementara itu, Hackathon berfungsi sebagai ruang eksperimen inovasi untuk menjawab tantangan nasional secara kolaboratif dan terstruktur melalui solusi berbasis teknologi.

Melalui program ini, regulator dan industri memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Seluruh inovasi yang lahir dari program ini diharapkan mampu diuji pasar, memberikan kontribusi nyata bagi industri, serta memperkuat sistem keuangan digital Indonesia.

BACA JUGA:  Permintaan Lemah, Produksi Kayu Alam Menyusut; Hutan Tanaman Jadi Penopang

PIDI – DIGDAYA x Hackathon 2026 diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi talenta digital Indonesia, bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk belajar, membangun jejaring, dan menguji ide secara langsung.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua ASPI Santoso Liem, Ketua Dewan Kehormatan/Etik AFTECH Harun Reksodiputro, Ketua Asosiasi APUVINDO Ari Rizaldi, Ketua Umum Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) Priyanto Budi Nugroho, serta Direktur Utama LPPI Heru Kristiyana.

Sebanyak 1.300 peserta dari berbagai universitas, pesantren, komunitas digital dan inovasi, serta pelaku usaha jasa keuangan mengikuti kegiatan ini.

Penyelenggaraan inisiasi PIDI sekaligus membuka registrasi Hackathon 2026 bagi masyarakat umum dalam kategori profesional dan mahasiswa. Pendaftaran berlangsung mulai 23 Februari hingga 27 Maret 2026 melalui laman https://pidi.id. (*/hbb)