Awal Tahun 2026, Kebakaran Terjadi di PT ASL Shipyard Tanjung Uncang

145

Batam, Posmetrobatam.co: Di awal 2026, kebakaran terjadi di galangan PT ASL Shipyard di Tanjung Uncang, Batam pada Minggu (25/1) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kali ini.

Kepala Polresta Barelang, Kombes Polisi Anggoro Wicaksono mengatakan, dalam peristiwa kebakaran di PT ASL Shipyard tidak menimbulkan korban jiwa.

“Betul terjadi kebakaran siang tadi, tidak ada korban jiwa,” kata dia, Minggu.

Perwira menengah Polri itu menyebut, personel dari jajaran Polsek Batu Aji bersama Polresta Barelang dan Satreskrim unit identifikasi mendatangi lokasi kejadian, melakukan pengumpulan data dan keterangan guna memastikan kebakaran tertangani dengan baik.

Menurut dia, dugaan sementara kebakaran terjadi karena kesalahan sistem dan faktor cuaca.

BACA JUGA:  Investasi Batam Meroket, Capai Rp33,66 Triliun dan Serap 51 Ribu Tenaga Kerja Baru

“Dugaan karena sistem error dan api membesar karena angin kencang,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Tim Turjawali Ditsamapta Polda Kepri peristiwa kebakaran laporkan terjadi siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Kebakaran terjadi pada kapal Elnusa Trans Samudera yang sedang perbaikan (docking) di galangan milik perusahaan Singapura tersebut.

Pemadaman dilakukan oleh unit rescue dari PT ASL Shipyard dan BP Batam. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB.

Kebakaran di PT ASL Shipyard yang terletak di Tanjung Uncang, Kota Batam, kembali berulang.

Pada tahun 2025 terjadi dua kali kejadian kebakaran dengan objek kapal yang sama MT Federal II pada 24 Juni 2025 menyebabkan 4 orang pekerja meninggal dunia, lima lainnya luka-luka.

BACA JUGA:  Bengkel Terbakar di Tanjung Uncang, Rantis Karhutla Bawa 2000 Liter Air Dikerahkan

Kemudian kejadian lagi pada 15 Oktober 2025 menewaskan 14 orang dan melukai 17 orang lainnya.

Peristiwa kebakaran di tahun 2025 telah diusut oleh Polresta Barelang dan diduga terjadi tindak pidana kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia. Pada peristiwa kebakaran 24 Juni, ditetapkan 3 orang sebagai tersangka.

Sedangkan kebakaran di bulan Oktober 2025, Polresta Barelang menetapkan 7 orang sebagai tersangka, terdiri atas 4 orang warga negara asing dan 3 orang WNI.

Lalu, kecelakaan maut juga terjadi pada Senin 29 Desember 2025 sore, menimpa seorang pekerja subkontraktor di PT ASL Shipyard. Peristiwa itu dilaporkan terjadi pukul 15.30 WIB, korban diduga tersengat aliran listrik saat bekerja di galangan kapal milik pengusaha Singapura tersebut.(ant)

BACA JUGA:  Perbaiki Tongkang, Pekerja Galangan Kapal Tewas Jatuh di Perairan PT Lestari Ocean Indonesia Tanjung Uncang