Batam, Posmetrobatam.co: Pembangunan Pasar Induk Jodoh segera dilakukan Pemerintah Kota Batam bersama pihak swasta. Hal ini sebagai upaya menyediakan tempat berjualan yang lebih layak bagi pedagang sekaligus menata kawasan perkotaan.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyusunan skema kerja sama pasar induk.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi, sehingga dapat menghasilkan skema kerja sama terbaik dalam rencana pembangunan Pasar Induk Jodoh,” ujarnya, Selasa (24/3).
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Daerah antara Pemko Batam dan PT Usaha Jaya Karya Makmur (PT UJKM) untuk pembangunan dan operasional Pasar Induk Jodoh.
Ia menegaskan, pemanfaatan aset daerah secara optimal menjadi fokus utama pemerintah agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana aset daerah ini benar-benar produktif dan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Plh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam, Suhar mengatakan, proyek ini tidak menggunakan anggaran APBD, melainkan melalui skema kerja sama dengan pihak swasta.
“Kalau mengandalkan APBD tentu tidak cukup, karena nilainya ratusan miliar. Akhirnya kita lakukan kerja sama KSP, dan saat ini sudah dilelang serta sudah ada pemenangnya,” ujarnya.
Suhar menjelaskan, pembangunan pasar induk ini juga menjadi solusi atas kondisi pasar TOS 3000 (Pasar Nagoya Baru) yang selama ini dinilai tidak tertata dan memakan badan jalan.
“Saat ini TOS 3000 itu kondisinya sudah tidak layak, bahkan sampai memakan jalan. Padahal seharusnya aktivitas pasar berada di dalam gedung,” katanya.
Dengan pembangunan pasar induk baru, seluruh pedagang akan dipindahkan ke lokasi yang lebih bersih dan tertata.
Proses relokasi akan dilakukan secara bertahap oleh pihak pengelola.
“Pengelola nanti yang akan memindahkan dan mengosongkan TOS 3000. Semua pedagang akan dipindahkan ke Pasar Induk Jodoh yang baru,” kata dia.
Pemko Batam menargetkan proses pemindahan mulai berjalan pada 2027 dan seluruh pedagang sudah menempati lokasi baru pada 2028.
Suhar menjelaskan, Pasar Induk Jodoh dirancang dengan konsep bertingkat, memisahkan area pasar basah dan pasar kering, serta dilengkapi fasilitas yang lebih memadai untuk mendukung aktivitas perdagangan.
Selain penataan kawasan, pembangunan ini juga ditujukan untuk memperkuat ekonomi masyarakat.
“Pasar induk ini kami arahkan untuk memberdayakan ekonomi dengan memberikan ruang bagi pedagang kecil dan UMKM agar bisa tumbuh,” kata Suhar.(ant)









