Dari 205 SPPG di Kepri, 104 Punya Sertifikat Standar Kesehatan

79

Kepri, Posmetrobatam.co: Dari 205 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kepri, sebanyak 104 punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat operasional dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Regional SPPG Kepri, Anindita Ayu memastikan hingga saat ini tidak ada dapur SPPG di Kepulauan Riau yang dihentikan operasionalnya seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain.

“Di Kepri tidak ada yang dihentikan. Semuanya sudah dalam proses dan sebagian besar sudah mendaftar SLHS,” ujarnya, Senin (23/3).

“Dari total 205 dapur SPPG di Kepri, sebanyak 104 sudah memiliki sertifikat (SLHS) tersebut,” sambungnya.

Ia mengatakan proses verifikasi dan pemenuhan persyaratan masih terus berjalan untuk dapur lainnya.

BACA JUGA:  Sering Muncul di Parit Warga Tanjungpinang, Petugas Damkar Turun Tangan Tangkap Buaya

Anindita menjelaskan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri terus melakukan pemantauan dan pendampingan agar seluruh dapur dapat memenuhi standar yang ditetapkan.

“Kami bekerja sama dengan pihak Dinkes Provinsi untuk melakukan pengecekan berkala dan memastikan semua SPPG memenuhi ketentuan,” katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Batam, Meldasari menyebut setiap SPPG wajib memiliki SLHS paling lambat satu bulan sejak ditetapkan sebagai dapur MBG.
Ketentuan tersebut mengacu pada surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terkait percepatan penerbitan SLHS untuk SPPG.

“Puskesmas terdekat melakukan pendampingan dan verifikasi dokumen, dilanjutkan dengan inspeksi kesehatan lingkungan oleh Dinkes setempat,” katanya.

Selain itu dapur juga wajib melengkapi sejumlah persyaratan, mulai dari dokumen penetapan, denah dapur, hingga sertifikat keamanan pangan bagi penjamah makanan.

BACA JUGA:  Jalan Longsor di Desa Kelumu Lingga Memutus Akses Warga, Sampai Sekarang Belum Diperbaiki

“Setelah verifikasi dokumen, akan dilakukan inspeksi kesehatan lingkungan dan uji sampel untuk memastikan dapur benar-benar layak,” ujarnya.(ant)