Raungan F-16 di HJB ke-196, Doa dan Harapan untuk Sumatra

162

Batam, posmetrobatam.co: Alun-Alun Engku Putri, Kamis (18/12/2025) tampak cerah. Sejak pagi, ribuan masyarakat telah memadati kawasan tersebut. Yah, mereka menanti, wajah-wajah penuh harap melihat ke langit Batam.

Di antara keramaian itu, ada Ray (11), yang selalu menggenggam tangan sang Ayah. Bocah yang tinggal di Kecamatan Belakang Padang, mendonggakan kepala ke langit.

Ray tak sabar, seperti harapan masyarakat Batam. Mereka menantikan raungan Fly Pass F-16 Fighting Falcon, milik TNI Angkatan Udara yang ikut memeriahkan Hari Jadi Batam (HJB) ke- 196 yang bertajuk Batam Solidarity Airshow 2025 bertajuk Flying for Sumatera.

“Kapan munculnya, Yah,” ucapnya bertanya kepada sang Ayah, sembari melihat ke atas.

“Bentar lagi nak, sabar,” jawab Khafi (45), sang Ayah yang juga mendonggak kepalanya ke atas di langit.

Mengenakan baju berkerah putih dipadukan celana jeans hitam, ia tampak gagah hari itu. Penampilan tak lepas untuk melihat penampilan dua F-16 terbang di langit Batam.

Tak berselang lama, raungan keras memecahkan udara. Ada dua pesawat tempur F-16 Figthing Falcon milik TNI AU melintas cepat, membelah langit Batam. Sorak Ray pecah matanya tak berkedip. Masyarakat yang hadir juga bersorak gembira menyaksikan penampilan pesawat kebanggaan rakyat Indonesia itu.

Di atas panggung, Wali Kota Batam Amsakar Achmad didampingi istri Erlita Sari Amsakar bersama sang cucu ikut bersorak gembira. Lambaian tangan Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra juga bangga atas aksi spektakuler yang dilakukan dua pesawat F-16, yang melakukan aksi manuver saat HJB ke-196.

Dari atas, pilot tak lepas menyapa Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Walil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, dan masyarakat Batam. Keduanya mengucapkan selamat Hari Jadi Batam ke-196 Kota Batam.

BACA JUGA:  Batam untuk Sumatera: Posko Donasi Dibuka

Atraksi udara pesawat tempur F-16 Figthing Falcon milik TNI AU, digelar selama dua hari dari tanggal 18-19 Desember 2025 di Dataran Engku Putri dan Nuvasa Bay, Nongsa.

Selain fly pass F-16, TNI AU juga menampilkan lima paramotor yang membawa panji-panji kebangsaan. Namun lebih dari sekadar pertunjukan udara, airshow ini menyimpan pesan yang jauh lebih dalam.

Atraksi F-16 membawa pesan Solidarity Airshow 2025 bertajuk Flying for Sumatera, untuk para korban bencana banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatra yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Duka ini tak hanya dirasakan warga yang terdampak tapi juga masyarakat Batam.

Karena dibalik kemeriahan HJB, TNI AU bersama Pemerintah Kota Batam menyampaikan doa bagi saudara-saudara di Sumatra.

Hal ini disampaikan, Komandan Lanud Hang Nadim Batam, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, M.Tr.Opsla., usai atraksi F-16 beraksi di Panggung Engku Putri. Ia menegaskan, bahwa kegiatan ini bukan sekedar perayaan HJB, namun dibalik raungan pesawat tempur ada doa dan harapan bagi korban bencana di wilayah terdampak.

“Ini buka sekedar perayaan tapi ada doa dan harapan. Kita bangga dengan Kota Batam. Tapi kebanggaan itu harus diiringi dengan kepedulian,” ujar Hendro.

Kehadiran pesawat tempur F-16, menunjukkan kesiapsiagaan dalam mepertahankan udara NKRI tercinta. Namun, ada pesan dibalik itu yakni kebersamaan dan kepedulian terhadap bersama.

Hal ini ia sampaikan saat rapat dengan Forkompinda persiapan HJB ke- 196. Hendro mengusulkan atraksi itu bertemakan Batam Solidarity Airshow 2025 bertajuk Flying for Sumatera.

BACA JUGA:  Pemko Batam Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Aceh–Sumut–Sumbar, Relawan Turun ke Jalan

“Ada pesan yang di bawa TNI AU bukan saja menjaga kedaulatan NKRI tapi juga untuk misi kemanusiaan. Dari Batam, kita ingin menyampaikan duka untuk Sumatra. Dan duka kita bersama. Jadi kita juga merasakan kesedihan dari saudara-saudara di sana (Sumatra),” katanya menegaskan kembali.

Pesan solidaritas itu tidak berhenti di langit. Di darat, Pemko Batam bersama TNI AU menggandeng Dinas Sosial Kota Batam untuk menggelar penggalangan dana kemanusiaan. Donasi dibuka bagi seluruh masyarakat Batam dan dikumpulkan dalam satu rekening resmi yang akan diumumkan secara transparan sebelum disalurkan.

“Bantuan yang disalurkan akan disesuaikan sesuai kebituhan di lapangan. Saat ini pemerintah tengah berupaya melakukan pemulihan di daerah terdampak. Dalam donasi ini tidak ada target angka. Semaksimal mungkin. Karena kehilangan yang dialami para korban tidak bisa diukur dengan angka,” ujar pria yang dikenal ramah itu.

Tegasnya, peran TNI AU dalam misi kemanusiaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Sejak awal bencana, TNI AU telah mengerahkan alutsista udara untuk distribusi logistik ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau jalur darat.

Saat F-16 menghilang di balik awan, Ray masih menatap langit. Wajah mungilnya tampak ceria, mungkin tentang pesawat tempur yang gagah. Namun, raungan di angkasa adalah tanda bahwa solidaritas bisa terbang tinggi, melampaui jarak dan batas wilayah.

Sebelum beraksi, dua pesawat tempur F-16 Figthing Falcon, melalukan pelatihan di udara. Raungan memecahkan kesunyian pagi hari. Persiapan pesawat milik TNI AU untuk perayaan HJB ke- 196, menjadi momentum yang tidak daoat dilupakan bagi warga Batam. Karena, atraksi tersebut membawa misi kemanusiaan.

BACA JUGA:  Upaya Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, BP Batam Undang LAN RI Gelar Bimtek

Senada juga disampaikan, Wali Kota Batam Amsakar achmad. Ia mengaku bangga melihat penampilan pesawat tempur milik TNI AU yang ikut memeriahkan HJB ke- 196. Ini bentuk sinergitas antara Pemko Batam dan TNI AU, bukan hanya sekadar manuver namun ada pesan yang disampikan.

“Duka saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah duka kita juga. Ini bukan hanya sekedar aktrasi tapi ada pesan, doa, dan harapan bagi warga yang tertimpa bencana untuk segera bangkit dan pulih,” harap Amsakar.

Pada Malam Apresiasi dan Solidaritas untuk Sumatera yang digelar di Dataran Engku Putri, Sabtu (20/12/2025) malam, Amsakar juga menyampaikan pesan solidaritas kemanusiaan. Pemerintah Kota Batam bersama masyarakat berhasil menghimpun bantuan senilai total Rp10,5 miliar untuk membantu masyarakat terdampak bencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

Rincian bantuan tersebut meliputi Rp7,5 miliar dari APBD Kota Batam yang akan disalurkan masing-masing Rp2,5 miliar per provinsi. Sementara itu, donasi masyarakat Batam diperkirakan mencapai Rp3 miliar hingga akhir tahun, di luar bantuan berupa sembako, pakaian dan logistik lainnya.

“Ini menjadi bukti bahwa masyarakat Batam memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Apa yang kita lakukan bersama ini adalah bentuk bakti dan empati untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatra,” sebut Amsakar mengakhiri. (hbb)