Jakarta, Posmetrobatam.co: Usai dilakukan perbaikan manajemen dan pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) serta proses validasi data penerima program, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut terdapat kemungkinan penurunan kebutuhan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ada kemungkinan setelah proses perbaikan di manajemen atau di pimpinan Badan Gizi Nasional dan setelah ada proses validasi data, ada kemungkinan akan terjadi penurunan kebutuhan anggaran MBG,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7).
Prasetyo mengatakan, kemungkinan tersebut juga telah disampaikan sebelumnya oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Menurutnya, hasil dari perbaikan manajemen dan validasi data tersebut nantinya menentukan kebutuhan anggaran program secara lebih akurat, sehingga terdapat kemungkinan kebutuhan anggaran MBG menjadi lebih rendah dari perhitungan sebelumnya.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya mengatakan pemerintah masih mengkaji strategi anggaran program MBG untuk tahun ini, termasuk kemungkinan adanya penyesuaian atau penurunan alokasi anggaran.
Usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7), Purbaya mengatakan belum dapat memastikan angka yang akan ditetapkan.
Ia menyebut pihaknya akan lebih dahulu bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang selaku pelaksana program tersebut.
“Saya mau ketemu (Kepala BGN) minggu-minggu ini, mau lihat seperti apa akhirnya strateginya dia untuk tahun ini. Tapi yang jelas kemungkinan ada penurunan,” kata Purbaya.
Purbaya menyampaikan saat ini belum bisa menjelaskan besaran penurunan anggaran yang dimaksud maupun faktor yang menjadi pertimbangan pemerintah dalam melakukan penyesuaian tersebut.
Sebelumnya, muncul wacana penyesuaian anggaran MBG seiring evaluasi pelaksanaan program dan strategi pemerintah dalam menjaga efektivitas belanja negara.
Pemerintah menegaskan keputusan mengenai besaran anggaran akan ditetapkan setelah pembahasan lebih lanjut dengan Badan Gizi Nasional.
Adapun anggaran program MBG berdasarkan APBN sebesar Rp268 triliun. Namun, Sekretaris Utama BGN Lili Khamiliyah menyebut anggaran tersebut berpotensi terkena efisiensi menjadi Rp229 triliun, seiring upaya perbaikan tata kelola program selama sebulan ke depan.
“Untuk sementara 2026 ini kan kita juga sudah ada efisiensi anggaran, dari Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun,” kata Lili dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Selasa.(ant)









