19 Jurnalis Ikuti Uji Kompetensi AJI Batam, Dorong Profesionalisme Pers

226

Batam, Posmetrobatam.co: Sebanyak 19 jurnalis dari berbagai media di Kepulauan Riau mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam selama dua hari, Sabtu (20/12) hingga Minggu (21/12), di Hotel PIH Batam.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya AJI Batam mendorong peningkatan profesionalisme dan standar kerja jurnalis. Para peserta UKJ berasal dari tiga jenjang kompetensi, yakni empat jurnalis jenjang muda, tujuh jenjang madya, dan delapan jenjang utama.

Di mana seluruh peserta mengikuti rangkaian uji yang dirancang untuk mengukur kemampuan jurnalistik secara komprehensif. Di Batam, AJI Indonesia menugaskan empat penguji dalam UKJ tersebut, yakni Ichwan Prasetyo, M Ramond Eka Putra Usman, Winahyu Dwi Utami, dan Slamet Widodo, serta satu penguji magang, Sunudyantoro. Dua penguji, M Ramond Eka Putra Usman dan Winahyu Dwi Utami, melaksanakan pengujian secara daring.

BACA JUGA:  Ruslan Sinaga Soroti Sampah, Minta Walikota Memilih Kepala Dinas Yang Tepat

UKJ AJI Batam 2025 dilaksanakan secara hybrid dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) sebagai platform utama pengujian. Dalam pelaksanaannya, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma Politeknik Negeri Batam turut berkontribusi mendukung kelancaran kegiatan.

Ketua Badan Penguji UKJ AJI Indonesia, Ichwan Prasetyo, saat membuka ujian menegaskan bahwa materi UKJ mencerminkan tiga aspek utama yang wajib dikuasai jurnalis.

“Rundown ujian hari ini merupakan manifestasi tiga hal pokok sebagai jurnalis, yaitu keterampilan jurnalistik, wawasan jurnalistik termasuk pemahaman dan pengamalan kode etik, serta wawasan pengetahuan umum,” kata Ichwan.

Ia menekankan setiap peserta harus memenuhi standar kelulusan minimal yang sama di seluruh materi uji.

“Semua materi uji minimal harus dapat nilai 70. Tidak ada istilah di satu mata uji bagus, di lain boleh minimal,” ujarnya.

BACA JUGA:  Tingkatkan Rasa Persaudaraan, Muhammad Rudi Ajak Masyarakat Ramaikan Agenda Buka Puasa Bersama di Engku Putri

Menurut Ichwan, UKJ bersifat unjuk kerja yang menilai praktik jurnalistik sehari-hari peserta.

“Sifatnya unjuk kerja. Jika selama ini melakukan pekerjaan jurnalisme sesuai kredo jurnalistik, semuanya pasti bisa mengikuti ujian ini,” katanya.

Ia menambahkan, apabila ada peserta yang dinyatakan belum kompeten, hal tersebut menjadi bahan evaluasi terhadap praktik jurnalistik yang selama ini dijalankan.

“Jadi kalau ada yang nanti tidak kompeten, berarti koreksinya pekerjaan sehari-hari ada yang belum benar,” ujar Ichwan.

Pada hari pertama, materi UKJ meliputi sejarah dan kondisi terkini media massa, hukum pers, kode etik dan kode perilaku jurnalis. Peserta juga diuji pemahaman teori jurnalistik, termasuk membedakan fakta, opini, dan hoaks sebagai unsur informasi.

BACA JUGA:  Pohon Diipangkas Pol PP, Pedagang di Pinggir Jalan Cikitsu Diminta Pindah

Selain itu, penguji menguji pemahaman tentang ragam, unsur, nilai, dan bobot berita, penggunaan bahasa jurnalistik yang baik, serta praktik wawancara dan penulisan laporan.

Dalam sesi praktik wawancara, AJI Batam menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua Jaringan Save Migrant Pdt Musa Mau dan Direktur Lembaga Studi Bantuan Hukum (LSBH) Masyarakat Kepulauan, Nofitra Putri Manik.

Sehari sebelum pelaksanaan UKJ, pada Jumat (19/12), AJI Batam juga menggelar workshop jurnalistik di Politeknik Negeri Batam. Workshop tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi jurnalis dalam menulis berita berperspektif korban perempuan dan anak, sekaligus menjadi rangkaian kegiatan UKJ AJI Batam 2025.(hbb)