Warga Resah, Tumpukan Sampah di Tepi Jalan Mengganggu Pengguna Jalan

322

Batam, Posmetrobatam.co: Sampah di Batam sudah masuk status darurat. Tanpa aksi terpadu cepat, masalah ini bisa berdampak serius pada kesehatan, lingkungan, dan citra Batam.

Tumpukan sampah dibeberapa kawasan penduduk hingga di tepi jalan juga menjadi sorotan. Selain petugas sampah yang tidak sigap untuk mengangkut sampah di perumahan-perumahan juga kesadaran masyarakat membuang sampah sembarang juga menjadi faktor Batam darurat sampah.

Kenyataan, tumpukan sampah sudah meresahkan, seperti yang terlihat di sepanjang jalan di Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, tidak jauh dari destinasi wisata Puncak Beliung yang menggangu pengguna jalan.

Pemandangan gunungan sampah sepanjang hampir satu kilometer ini menjadi tempat pembuangan sampah liar di wilayah tersebut. Sampah yang berada di tepi jalan ini menimbulkan keresahan bagi pengguna jalan tersebut, bahkan sampai ke ruas jalan.

BACA JUGA:  Wakil Wako Batam: Penanganan Sampah dan Papan Reklame Harus Ditangani

Salah seorang pengguna jalan, Merlin mengaku sudah meresahkan pengguna jalan bahkan merusak pemandangan tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang jalan.

“Tumpukan sampah ini sudah lama dibiarkan. Kalau lama-lama dibiarkan bisa jadi bukit sampai. Apalagi jalan ini sering dilalui warga maupun wisatawan,” ujarnya, Rabu (19/11).

Kondisi ini memperburuk infrastruktur jalan sudah bagus di bangun oleh pemerintah. Tumpukan sampah ini juga menimbulkan bau yang tidak sedap.

“Sepanjang jalan sampahnya. Benar- benar darurat sampah Batam ini,” keluhnya.

Dalam rapat darurat sampah bersama FKPD dan OPD, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad membentuk tim satgas untuk pengelolaan sampah di Batam.

“Kalau persoalannya di TPA kita akan turun melihat langsung apa yang terjadi. Alasan kenapa antrean bisa mengular. Kalau masalah di TPS kita akan bangun beberapa titik untuk mempersingkat pengangkutan sampah ke TPA,” katanya.

BACA JUGA:  Aksi Cepat Satgas Darurat di Sagulung, 21 Ton Sampah Berhasil Diangkut

Terganggunya proses di TPA membuat pengangkutan sampah dari sumber juga terlambat. Petugas tidak dapat melakukan pengangkutan, apabila di TPA masih antri.

“Semua bergerak. Saya setiap malam terus terfikir kan soal sampah ini. Jadi saya minta semua bergerak. Tim juga sudah dibentuk, agar persoalan sampah ini bisa diurai,” tegas Amsakar. (hbb)