Program Pemagangan Disnakertrans Kepri Capai 90 Persen Penempatan Tenaga Kerja

415

Batam, Posmetrobatam.co: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat tingkat penempatan tenaga kerja melalui program pemagangan mencapai lebih dari 90 persen dalam dua tahun terakhir.

Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya, menyampaikan bahwa program pemagangan yang dimulai sejak 2023 telah menjadi terobosan penting dalam membuka peluang kerja bagi lulusan baru serta menekan angka pengangguran di daerah.

“Program ini dinilai menjadi terobosan penting dalam membuka peluang kerja bagi para lulusan baru dan menekan angka pengangguran,” ujar Diky, Kamis (19/9).

Pada 2023, sebanyak 487 peserta mengikuti program pemagangan. Dari jumlah tersebut, 437 orang berhasil ditempatkan di berbagai sektor industri, atau setara 91,85 persen. Sementara pada 2024, jumlah peserta meningkat menjadi 643 orang, dengan tingkat penempatan 90,22 persen atau 622 peserta yang diterima bekerja.

BACA JUGA:  Li Claudia Candra Tegaskan Perangkat Daerah Harus Hadir dan Tanggap Layani Masyarakat

“Angka ini menunjukkan bahwa hampir semua peserta yang mengikuti pemagangan bisa langsung terserap di dunia kerja. Artinya, program ini efektif mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan industri,” tambahnya.

Untuk tahun 2025, program pemagangan masih berlangsung dengan jumlah peserta sementara tercatat sebanyak 303 orang. Mereka berasal dari berbagai perusahaan yang beroperasi di Kepri, seperti Santika Batam, Ramayana Batam, BRC, EcoGreen, Sumitomo, Infineon, dan Yeakin.

Menurut Diky, keberhasilan program ini tak lepas dari skema kolaboratif antara pemerintah dan dunia usaha, termasuk pemberian dukungan transportasi bagi peserta magang.

“Hasilnya, tingkat penempatan tenaga kerja melalui program pemagangan di Kepri menunjukkan capaian yang tinggi,” ungkapnya.

Melihat capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Kepri berencana memfokuskan program pemagangan 2026 pada sektor pariwisata. Sekitar 500 peserta ditargetkan akan ditempatkan di berbagai hotel yang tersebar di seluruh provinsi.

BACA JUGA:  Warga Batam Banyak Adukan Masalah Lahan, Begini Penjelasan Amsakar

“Fokus ini sejalan dengan arahan Gubernur Ansar Ahmad untuk menekan angka pengangguran dan mengurangi kemiskinan ekstrem di Kepri. Harapannya, dukungan APBN 2026 semakin besar sehingga kesempatan kerja bagi masyarakat Kepri juga semakin luas,” tutup Diky.(hbb)