Atlet Spider Jujitsu PUMMA Optimis Harumkan Karimun

325

Karimun, Posmetrobatam.co: Cabang olahraga beladiri Jujitsu kini telah hadir di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Berpusat di Dojo PUMMA, cabor beladiri prestasi ini merupakan jaringan dari Indonesia Spider Jujitsu (ISJ).

Head Coach PUMMA, Asep Ariyanto mengaku optimis, dari Karimun akan lahir atlet-atlet berprestasi di tingkat provinsi, nasional maupun internasional.

“Apalagi, kami dibimbing langsung oleh Shihan Oji, yang selama ini telah banyak melahirkan atlet-atlet berprestasi di ajang nasional dan internasional,” sebutnya.

Ia menegaskan, berlatar belakang sebagai Camp beladiri campuran atau MMA, sangat tepat jika saat ini beladiri Jujitsu menjadi pelengkap di pusat pelatihan beladiri yang didirikannya itu.

“Sangat banyak dari siswa kami yang tertarik mengaplikasikan teknik-teknik ground fighting pada laga-laga MMA,” ujarnya.

Selain sebagai pelengkap strategi tarung di ajang MMA, Asep yakin, putra/putri Karimun yang berlatih Jujitsu di PUMMA juga akan berprestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri yang akan dilaksanakan pada September tahun 2026 ini.

“Kami yakin bisa menyumbangkan medali untuk Karimun,” ujarnya.

Selain mengejar target prestasi, Asep juga menjelaskan, berlatih beladiri di Camp PUMMA yang beralamat di Jalan Hang Jebat, Pamak, Kecamatan Tebing, Karimun ini juga bertujuan sebagai gaya hidup sehat.

“Selain itu, teknik-teknik Jujitsu juga sangat cocok sebagai bekal pertahanan diri,” imbuhnya.

Saat ini, masyarakat Karimun yang berlatih di PUMMA terdiri dari berbagai kalangan umur dan profesi. “Ada pelajar, banyak juga orang-orang dewasa yang berprofesi sebagai karyawan maupun pegawai pemerintahan,” jelasnya.

BACA JUGA:  3.559 ASN dan PPPK Tahap 1 2024 Pemprov Kepri Dilantik, Gubernur Ansar: Junjung Nilai-nilai BerAKHLAK

Beberapa pilihan beladiri yang tersedia di PUMMA: Jujitsu, Muaythai, Savate, Kickboxing, Boxing dan MMA. “Silahkan datang berlatih di PUMMA. Fasilitas lengkap. Jadwal latihan tiap hari. Ada sesi pagi, sore dan malam,” sebutnya.

Sementara itu, Shihan Rozi Juhendra atau Oji yang langsung mengunjungi Camp PUMMA, Jum’at (16/1), menyebut, melihat antusias atlet-atlet muda yang berlatih, Oji yakin, Camp PUMMA kelak akan banyak melahirkan atlet-atlet berprestasi pada cabor Jujitsu.

“Kuncinya, terus semangat dan konsisten,” pesan penyandang Sabuk Hitam DAN IV Indonesia Spider Jujitsu (ISJ) ini. Di momen tersebut, Oji juga menggelar Seminar Jujitsu selama dua hari: Jumat dan Sabtu (16 & 17 Januari 2026) di Camp PUMMA.

Oji berharap, di bawah bimbingan Coach Asep, atlet-atlet Jujitsu Karimun sudah mulai masuk pada program-program latihan prestasi. “Di tahun 2026 ini, ada ajang bergengsi tingkat provinsi, Porprov. Saya yakin, Jujitsu Karimum bisa menyaingi empat kabupaten/kota lainnya,” ujar pemegang sabuk Ungu Brazilian Jiujitsu ini.

Saat ini, kata Oji, Jujitsu sudah aktif berlatih di lima kabupaten/kota di Kepri: Batam, Tanjungpinang, Bintan, Lingga dan Karimun.

BACA JUGA:  291 Santri se-Natuna Diwisuda, Generasi Berakhlak Mulia, Cerdas dan Kreatif

“Di Natuna juga ada, tapi baru akan melaporkan kegiatan latihannya ke KONI Kabupaten dalam waktu dekat,” sebut Oji.

Dengan demikian, keberadaan Jujitsu saat ini sudah ada di 6 Kabupaten/kota dari 7 kabupaten/kota di Kepri.

Terkait Event Porprov Kepri yang direncanakan di Kota Tanjungpinang pada September 2026 mendatang, Oji yakin, akan muncul atlet-atlet baru yang akan mengharumkan Kepri untuk event-event nasional.

“Porprov Kepri 2026 ini merupakan Porprov kedua bagi Cabor Jujitsu Kepri. Jujitsu dipertandingkan pertama kali pada Porprov 2022 lalu di Bintan,” jelas Oji.

Oji juga menitip pesan kepada semua atlet Jujitsu di Kepri untuk terus semangat berlatih demi mencapai prestasi tertinggi. “Kita sudah buktikan bahwa Jujitsu Kepri bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional,” sebut Ketua Yayasan Indonesia Spider Jujitsu ini.

Rekam prestasi Jujitsu Kepri tercatat di KONI Kepri sejak Jujitsu memulai ikut PON XX di Papua. “Keikutsertaan cabor jujitsu di Papua pada tahun 2021 lalu itu masih dicatat sebagai ekshibisi,” ujar Ketua Umum Pengprov Jujitsu Kepri Periode 2021 – 2025 dan 2025 – 2029 ini.

Hasilnya, dari empat atlet yang diberangkatkan, dua di antaranya meraih medali perunggu. “Sejak itu, cabor Jujitsu Kepri mulai dibidik oleh KONI Kepri,” sebut Oji.

Selanjutnya, Jujitsu Kepri selalu langganan meraih medali pada setiap event nasional: multi event maupun single event.

BACA JUGA:  Bupati Roby Raih Penghargaan Anugerah Cita Negeri Kompas TV

“Bahkan, secara rangking kontingen, Jujitsu Kepri pernah bertengger di peringkat lima pada Babak Kualifikasi PON di Bekasi tahun 2023 lalu,” jelas Oji. Hasil ini tentu sangat memuaskan sebab Kepri masuk lima besar dan sejajar dengan provinsi-provinsi yang selama ini selalu jadi langganan Juara Umum event olahraga. Apalagi, selama ini, provinsi seperti Jabar, Jakarta, Jatim maupun Jateng selalu tampil full team mengisi semua nomor yang dipertandingkan.

Puncak prestasi di ajang nasional, Jujitsu Kepri berhasil meraih dua medali, yakni perak & perunggu pada PON XXI/2024 di Sumut. “Prestasi lainnya juga ada di PON Beladiri di Kudus pada tahun 2025 lalu,” katanya.

Sebagai informasi, kata Oji, tahun ini Cabor Jujitsu juga akan dipertandingkan pada Campus League. “Bagi mahasiswa, persiapkan diri dari sekarang,” ujar Founder Kenacha Martial Arts Academy ini.

Nah, selain prestasi nasional, atlet jujitsu Kepri juga sudah banyak berprestasi di ajang internasional. Baru-baru ini, atlet Youth U14 dari Batam, Kenzie Aryasatya Ayazi juga masuk dalam kontingen Jujitsu Indonesia, bertanding pada Kejuaraan Dunia Jujitsu 2025 di Thailand.

Sebelumnya, sejumlah atlet senior dan junior lainnya: Ryan, Danang, Rudi, Tomi dan Akbar, juga pernah merasakan prestasi dan panasnya laga di ajang-ajang internasional.(chi)