Batam, Posmetrobatam.co: BPR Dana Nusantara (Bank Danus), BPR terbesar di Kepulauan Riau, meresmikan Danus Tower sebagai kantor pusat baru di Batam, Senin (18/5/2026). Peresmian tersebut bertepatan dengan ulang tahun ke-24 Bank Danus.
Gedung 9 lantai tersebut menjadi simbol ekspansi dan transformasi layanan Bank Danus yang kini menegaskan diri sebagai institusi keuangan modern, dekat dengan masyarakat, dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan tema “Dari Kepri, Untuk Kepri”, Bank Danus menegaskan seluruh dana masyarakat kembali disalurkan ke sektor produktif, mulai dari pedagang kecil di Nagoya hingga pelaku UMKM di berbagai wilayah Kepri
Peresmian Danus Tower juga menandai posisi Bank Danus yang kini masuk empat besar BPR terbesar secara nasional dengan total aset mencapai Rp3,5 triliun.
Peresmian gedung ditandai dengam penuangan pasir emas ke plakat “Grand Opening Danus Tower”. Prosesi itu membentuk tulisan gedung sekaligus menandai operasional resmi kantor pusat baru tersebut.
Perwakilan Pemegang Saham Bank Danus, Soehendro Gautama, menyebut pencapaian perusahaan merupakan hasil perjalanan 24 tahun dan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh.
“Di usia 24 tahun, hari ini kami berada di peringkat keempat BPR terbesar secara nasional dengan aset sekitar Rp3,5 triliun. Ini tidak diraih dengan mudah atau cepat,” katanya.
Ia menegaskan pembangunan Danus Tower rampung dalam dua tahun sebagai bentuk penguatan layanan dan kepercayaan nasabah. Dana masyarakat, kata dia, kembali diputar untuk pembiayaan usaha di Batam dan Kepulauan Riau.
Ia juga menyebut gedung ini dilengkapi fasilitas modern, mulai dari EV charger, videotron LED, panel surya, infrastruktur IT, hingga sistem keamanan CCTV berbasis AI.
Tampak hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Rony Widijarto P memberikan apresiasi kepada Bank Danus yang sudah berusia 24 tahun. Ini menandakan Bank BPR berkontri besar untuk pertumbuhan ekonomi di Kepri.
Senada disampaikan Kepala OJK, Sinar Danandjaya. meminta Bank Danus memperkuat prinsip di antaranya kokoh, kompetitif, dan kontributif. Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan manajemen risiko di tengah tantangan geopolitik dan ancaman siber.
“Untuk analisis kredit harus berbasis manajemen risiko, bukan sekadar feeling,” tegasnya.
Ia juga mendorong layanan yang lebih cepat, murah, dan efisien bagi pelaku UMKM, serta penguatan kontribusi terhadap ekonomi daerah.
Sementara, Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan pentingnya menjaga iklim investasi melalui keamanan, kenyamanan, dan kepastian regulasi.
“Kami memastikan pemerintah membuka ruang komunikasi bagi pelaku usaha terkait perizinan dan investasi di Batam. Jika ada kesulitan mengurus perizinan silahkan hubungi saya. Jaga kekompakan dan keamanan investasi di Batam,” pesan Li Claudia. (hbb)









