Mudik Lebaran 2026: Mobilitas Tinggi di Batam, Layanan Pelabuhan Siaga Penuh

90

Batam, posmetrobatam: Arus mudik Lebaran 2026 di pelabuhan Batam menunjukkan mobilitas tinggi dengan tetap terjaga dalam kondisi aman dan kondusif. Selama periode 13–16 Maret 2026, tercatat 43.791 penumpang meninggalkan Batam melalui pelabuhan domestik dalam wilayah kerja BP Batam. Angka ini meningkat 4,8% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menyebutkan bahwa jumlah penumpang yang tiba di Batam juga mengalami lonjakan signifikan. Sebanyak 23.981 penumpang tercatat masuk melalui pelabuhan domestik, naik 18% dibandingkan tahun sebelumnya. “Antusiasme masyarakat pada musim mudik kali ini cukup tinggi,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Benny menambahkan, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 27–29 Maret 2026, seiring kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 25–27 Maret. Ia mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik serta membeli tiket melalui kanal resmi untuk menghindari praktik percaloan.

BACA JUGA:  Usai Kepengurusan Diperpanjang, KONI Kepri Gelar Musorprov V pada Minggu Ketiga Februari 2025

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa optimalisasi pelayanan menjadi prioritas utama. BP Batam telah menyiagakan Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 di sejumlah titik strategis, seperti Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur, Sekupang, Harbour Bay, dan Terminal Bintang 99 Persada (Pelni). “Posko ini menjadi pusat kendali untuk merespons cepat setiap dinamika di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, memastikan kesiapan layanan terus diperkuat di seluruh pelabuhan. Ia bersama jajaran BP Batam telah melakukan peninjauan langsung ke Terminal Ferry Domestik Sekupang pada 15 Maret 2026. “Keamanan di titik-titik padat penumpang menjadi atensi khusus kami,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, BP Batam bersama seluruh stakeholder akan terus meningkatkan pengawasan, kesiapan operasional, serta kualitas layanan di seluruh pelabuhan, khususnya menghadapi puncak arus balik mendatang.**

BACA JUGA:  Susahnya UMKM Batam Pinjam Modal Tanpa Agunan, 4 Bulan hanya 16 Pelaku Usaha Disetujui Bank