Pinang, Posmetrobatam.co: Hujan diprediksi masih mengguyur wilayah Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), hingga sepekan ke depan.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, Fadris menyebutkan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mulai mengguyur Pulau Bintan pada awal bulan Februari 2026, setelah dilanda kemarau sejak Desember 2025.
“Potensi hujan diperkirakan masih berlanjut selama sepekan hingga sepuluh hari ke depan, namun tidak setiap hari, misalnya satu hari hujan dan satu hari tidak,” kata Fadris, Rabu (18/2).
Menurut Fadris, faktor curah hujan pada awal Ramadan itu dipicu posisi geografis Pulau Bintan yang terletak dekat ekuator, beriklim tropis dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun.
“Berbeda dengan daerah lain di Indonesia pada umumnya, untuk di Pulau Bintan hari hujannya lebih banyak,” kata dia.
Sementara terkait kondisi angin dan gelombang laut, menurut Fadris, saat ini gelombang di wilayah perairan selatan seperti Tanjungpinang, Bintan, Batam, Lingga, dan Karimun masih relatif rendah, dengan ketinggian gelombang 0,5 sampai 1,2 meter.
Namun, yang perlu diwaspadai adalah wilayah perairan utara, meliputi Natuna dan Anambas dengan ketinggian gelombang kategori sedang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
“Segala aktivitas pelayaran perlu mewaspadai kondisi gelombang di perairan Natuna dan Anambas, karena memang cukup tinggi,” ujar Fadris.
BMKG mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah pada musim hujan di awal Ramadan 2026, khususnya pengendara sepeda motor maupun roda empat agar mewaspadai kondisi jalan licin hingga jarak pandang terbatas.
Selain itu, masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi banjir, longsor serta pohon tumbang dampak faktor cuaca hujan disertai angin yang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Pantau terus informasi cuaca terkini dari BMKG melalui saluran resmi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” pungkasnya.(ant)









