Batam, Posmetrobatam.co: Harga sembako (Sembilan bahan pokok) jelang Bulan Ramadan 1447 Hijriah mengalami kenaikan, seperti beras, telur hingga minyak goreng.
Bahkan, sejumlah toko sembako sudah tidak menjual minyak goreng merek MinyaKita.
“Sudah lama pak habis (tidak menjual MinyaKita),” ujar karyawan mini market di Tiban, Kecamatan Sekupang, Selasa (17/2).
Sementara itu, di salah satu mini market di kawasan yang sama, ada toko yang menjual MinyaKita, tapi harganya lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.700. Pedagang tidak serta merta patuh atas aturan yang ditetapkan pemerintah. Pengawasan yang kendor, menjadikan penyebab harga sembako naik signifikan.
Untuk harga beras di Sekupang dan Batamcentre merek Anak Ajaib 25 kg juga mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 360 ribu, begitu juga dengan beras Harumas per kg mencapai 16 ribu. Padahal HET beras Harumas Rp15.400 per kg.
“Kalau beli eceran harganya lain lagi bang, tambah mahal,” kata Jum, pemilik warung makan.
Begitu juga dengan harga telur ayam ras (negeri) per butir Rp 2.000 hingga 2.100. “Padahal sebelumnya seribu limaratus per butir sudah naik dua ribu. Tak mau turun lagi harganya,” ujar Jum.
Pantauan pada Rabu (18/2), toko mini market di Tiban Centre juga tidak menjual Minyakita. Tampak di rak hanya tersusun minyak goreng merek lain yang harganya lebih tinggi dari harga Minyakita.
“Tak ada jual Minyakita bang, yang ada merek itu saja,” kata kasir minimarket.(waw)









