BATAM, POSMETROBATAM.CO: Belajar di luar kelas sangat menyenangkan. Ini salah satu penerapan Kurikulum Merdeka. Terangkum dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) ini bertujuan untuk mengembangkan potensi anak secara menyeluruh.
SMP Negeri 31 Batam menggelar Selebrasi P5 di pekarangan sekolah, Sabtu (16/11). Pelajar kelas VII dan VIII dilibatkan. Orang tua juga diundang. Guru-guru menjadi fasilitator.
Di halaman sekolah yang biasa dipakai untuk lapangan voli itu, dipasang sebuah tenda. Para pelajar menggelar meja. Mereka berjualan makanan khas Melayu. Ada juga yang menjual keterampilan tangan. Tanjak, salah satunya. “Tanjak Melayu warisan budaya penuh makna,” sebut Eni Fetriana, Kepala SMPN 31 Batam.
Tanjak merupakan penutup kepala bagi masyarakat Melayu. Penutup kepala Adat Melayu ini memiliki bentuk yang runcing ke atas dan umumnya dikenakan oleh laki-laki.
Bertema kearifan lokal, pembuatan tanjak ini bertujuan agar pelajar bisa melestarikan tanjak.
“Tanjak yang dijual pada gelaran P5 ini merupakan hasil karya siswa kami,” Eni menyebut bangga.
Pelajar ini diajarkan membuat tanjak oleh guru-guru SMPN 31 Batam. Sebelumnya sekolah sengaja mendatangkan pembuat tanjak untuk melatih para guru membuat tanjak. Ilmu yang didapat oleh guru-guru tadi lalu ditularkan kepada siswa.
Tidak hanya keterampilan tangan, para siswa juga menjual ragam makanan. “Menjaga kearifan lokal lewat ragam makanan tradisional,” jelas Eni Fetriana.
Berbagai makanan khas melayu dijajakan oleh siswa. Eni tentu berharap, gelaran P5 ini tak hanya sekadar seremonial belaka. “Diharapkan, dengan P5 ini, jiwa wirausaha sudah ditanamkan sejak usia dini, usia sekolah,” kata Eni.
Sebab, kata Eni, P5 ini memang bertujuan untuk mengembangkan potensi anak secara menyeluruh. Selanjutnya, akan menciptakan generasi yang kompeten, berkarakter dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. P5 ini juga dilakukan melalui pembelajaran lintas disiplin ilmu.
Lia, orang tua yang hadir pada selebrasi P5 ini berharap agar para pelajar bisa mengembangkan potensi pada penerapan Kurikulum Merdeka ini.
“Menambah ilmu bisnis, tentunya. Berharap anak bisa mendapatkan ilmu wirausaha untuk bekal di masa mendatang,” harapnya. Ya, diharapkan agar P5 ini juga menjadi gaya hidup berkelanjutan.
Sebenarnya ada banyak tema yang bisa diambil dalam selebrasi P5. Namun kali ini, SMPN 31 Batam mengambil tema Kearifan Lokal. Tema ini diharapkan mampu mencegah lunturnya budaya dan kearifan lokal di tengah masyarakat. Selain itu, tema ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap budaya setempat.(chi)