Batam Punya 69 Dapur SPPG Makan Bergizi Gratis, 47 Sudah Layani Penerima Manfaat

431

Batam, Posmetrobatam.co: Kini, Batam memiliki 69 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 47 dapur melayani 165.752 penerima manfaat dari siswa sekolah, hingga kelompok 3B yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sementara 22 dapur masih tahap pendataan penerima manfaat dan input data ke sistem.

“47 SPPG beroperasi dengan total penerima 165.752 orang dari berbagai kalangan. Artinya per dapur melayani sekitar 3.500 orang,” kata Ketua Koordinator SPPG Batam, Defri Frenaldi, Rabu (17/9).

Ia menyebutkan, total terdapat 69 dapur SPPG di Batam, namun 22 diantaranya masih dalam tahap pendataan penerima manfaat dan input data ke sistem.

“Jika seluruh SPPG beroperasi, maka jumlah penerima yang dapat terlayani mencapai 218.909 orang,” ujarnya.

BACA JUGA:  6 KKMP di Batam Beroperasi, 11 masih Tahap Pembangunan Pihak TNI

Data per 16 September 2025 mencatat potensi penerima manfaat SPPG di Batam mencapai 357.252 orang.

Angka tersebut terdiri dari 301.172 siswa sekolah di bawah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, 55.637 balita, 433 ibu hamil, serta 10 ibu menyusui.

Defri menegaskan setiap kepala dapur SPPG bertanggung jawab penuh atas operasional, kualitas layanan, serta penggunaan anggaran.

“Apabila ada keluhan dari masyarakat, baik sekolah maupun posyandu (pos pelayanan terpadu) penerima manfaat, segera diinformasikan agar kami bisa melakukan evaluasi,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar dapur SPPG memanfaatkan bangunan hasil renovasi ruko atau bekas katering, meski ada juga yang dibangun baru menggunakan metode sandwich panel.

Defri juga menjelaskan, sarana distribusi dan peralatan makan disediakan langsung oleh mitra pelaksana.

BACA JUGA:  Batam Tuan Rumah Rakor PAD Sumatera, Jawa, dan Kalimantan

“Bentuk dan bahan peralatan, seperti nampan stainless dengan lima cekungan, mengikuti standar nasional. Namun untuk pengadaan tetap menjadi inventaris masing-masing dapur, sehingga kondisi fisiknya bisa berbeda meski spesifikasinya sama,” kata dia.(ant)