GMP 2025, BI dan Pemprov Kepri Dorong UMKM Tembus Pasar Global

368

Batam, Posmetrobatam.co:: Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama Pemerintah Provinsi Kepri menggelar Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2025, sebuah ajang strategis untuk mendorong akselerasi ekspor dan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM.

Acara ini berlangsung tanggal 21–24 Agustus 2025 di One Batam Mall, menghadirkan berbagai kegiatan mulai dari pameran produk lokal, fashion show, talkshow, hingga business matching antara UMKM dan pembeli potensial dari Singapura dan Malaysia.

Kepala BI Kepri, Rony Widijarto, menekankan bahwa GMP 2025 bukan sekadar pameran, melainkan langkah konkret untuk membuka akses pasar global bagi pelaku usaha lokal. Ia juga menyoroti kinerja positif ekonomi Kepri yang tumbuh 7,14% pada triwulan II 2025, tertinggi di wilayah Sumatera.

BACA JUGA:  Rudi Komitmen Dorong Kemajuan IKM dan UKM Kota Batam

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengakselerasi ekspor dan memperluas peluang usaha,” ujar Rony dalam pembukaan acara.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi, menegaskan komitmen Pemprov Kepri dalam mendukung pengembangan UMKM. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik senilai Rp13,3 miliar dari APBN, yang digunakan untuk program pendataan, pelatihan, hingga pendampingan UMKM di berbagai daerah.

“Pak Gubernur Ansar Ahmad bersama seluruh kepala daerah berkolaborasi dengan Bank Indonesia membangun strategi pertumbuhan UMKM,” katanya.

Selain itu, Pemprov juga meluncurkan program Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan sebagai motor ekonomi baru. Riki turut mendorong inovasi berbasis potensi lokal, seperti hilirisasi hasil laut, termasuk pengolahan teripang dan gonggong untuk industri kosmetik dan kesehatan.

BACA JUGA:  APBD saja Tak Cukup Memajukan Kepri, Butuh Pemimpin yang Punya Terobosan

“Kita punya potensi lokal yang unik dan sulit disaingi daerah lain. Melalui GMP 2025, BI dan Pemprov Kepri berharap tercipta ekosistem usaha yang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing global, sekaligus menjadikan Kepri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi pesisir berbasis budaya dan potensi lokal,” ucapnya. (hbb)