Resmi Dilantik, Dino Siap Perkuat Layanan Kesehatan Ibu-Anak di Kepri

39

Batam, posmetrobatam.co: Ketua Umum Pengurus Pusat POGI periode 2025–2028, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG, Subsp.FER, MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM, resmi melantik dr. Dino Gagah Prihadianto, SpOG, M.Kes sebagai Ketua POGI Cabang Kepulauan Riau masa bakti 2025–2028. Pelantikan digelar di Wyndham Hotel Batam, Selasa (17/2/2026).

Momentum ini menegaskan komitmen POGI memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak di Kepri.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmardjadi, menekankan peran sentral dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam menekan risiko kematian ibu dan bayi. Menurutnya, tantangan di lapangan menuntut dokter tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat.

“Dengan kemajuan teknologi dan ilmu kedokteran, peran kita semakin strategis. Kita harus memastikan keselamatan ibu dan bayi sejak awal kehamilan hingga pascapersalinan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Tips dr. Steven, SpOG Manfaat Berolahraga Saat Hamil

Ia mendorong POGI Kepri mengambil peran lebih besar dalam menekan angka kematian ibu dan bayi melalui penguatan edukasi dan peningkatan mutu layanan.

Ketua POGI Kepri yang baru, dr. Dino Gagah Prihadianto, langsung mengajak seluruh anggota memperkuat solidaritas dan profesionalisme. Ia menegaskan organisasi harus hadir dengan pelayanan yang bermutu dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Mari jadikan pelantikan ini sebagai titik awal memperkuat pelayanan profesional yang berkualitas dan berfokus pada keselamatan pasien,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum POGI, Prof. Budi Wiweko, mengapresiasi perkembangan layanan kesehatan reproduksi di Kepulauan Riau. Namun ia mengingatkan, angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi dan membutuhkan kerja kolektif.

BACA JUGA:  Disebut Bisa Mengurangi Resiko Kematian dan Mencegah Penyakit Jantung, Mulai Sekarang Lakukan Ayo Lari Pagi

“Ini pekerjaan rumah bersama bagi profesi obstetri dan ginekologi,” katanya.

Ia menegaskan, POGI terus mendorong peningkatan kompetensi anggota sekaligus memperluas edukasi kesehatan reproduksi kepada masyarakat. Organisasi juga rutin memberi penghargaan sebagai pemacu peningkatan mutu layanan, dengan indikator utama penurunan angka kematian ibu dan bayi.

“Kita harus menjaga standar kualitas dan etika pelayanan. Itu harga mati bagi organisasi profesi,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua IDI Kepulauan Riau, dr. Yanuarman, SpOG, KFm, mengingatkan pentingnya disiplin menjalankan standar operasional prosedur (SOP) untuk mencegah sengketa medis.

Ia juga menyoroti tren meningkatnya pasien dari negara tetangga yang datang ke Batam untuk layanan kesehatan, termasuk pemeriksaan USG. Menurutnya, hal itu menjadi bukti daya saing layanan medis di Kepri.

BACA JUGA:  Polresta Barelang Di-backup Polda Kepri Buru Pria Penikam Hakim Pengadilan Agama Batam

“Kita tetap menjaga kualitas, meski biaya layanan di sini lebih terjangkau dibanding negara mereka,” ujarnya.(hbb)