Lingga, Posmetrobatam.co: Pondok Singgah Perkuburan Kakek yang berada di Dusun Kampung Tengah Desa Merawang Kecamatan Lingga sudah diresmikan dengan cara melakukan ritual doa bersama untuk para arwah sekaligus doa selamatan pondok singgah di perkuburan, Minggu (16/11).
Perkuburan Kakek, merupakan Tempat Pemakaman Umum (TPU) orang-orang tua Bangka terdahulu, bahkan ada seorang ulama atau tokoh agama bernama Guru Kerah yang merupakan orang pertama dari Bangka membuka perkampungan yang di beri nama Merawang, sekarang ini menjadi desa.
Dilakukannya pembersihan perkuburan Kakek sekaligus di bangunkannya pondok singgah sebagai tempat persinggahan ketika hujan saat ziarah, karena lokasi pemakaman berjarak 250 meter dari pemukiman masyarakat dan jalan raya.
Syafi’i bersama RT/RW, dan masyarakat setempat, selaku koordinator pembangunan pondok singgah dengan cara mencari donatur sekaligus di lakukan pembersihan area pemakaman, agar area terlihat bersih dan terawat, sebab lokasi pemakaman juga merupakan tempat peristirahatan terakhir masyarakat yang meninggal untuk di kebumikan di Perkuburan Kakek.
Selaku koordinator pembangunan pondok singgah dan pembersihan perkuburan, Syafi’i menuturkan, sebagai anak cucu ia bersama masyarakat harus peduli dengan pemakaman tertua tersebut, sebab nenek moyang orang Bangka banyak di kebumikan di Perkuburan Kakek.
“Dulu memang area pemakaman kurang bersih dan banyak pepohonan besar di sekelilingnya. Maka kami bersama masyarakat setiap hari Minggu goro bersama sekarang sudah bersih dan indah di pandang mata,” ungkapnya.
Setelah adanya pembersihan perkuburan secara goro bersama, para ahli waris atau sanak keluarga yang berada di luar Lingga ingin berziarah dengan mudah menemukan makam keluarga yang akan di cari.
“Orang-orang Bangka yang tanah kelahirannya di Daik, banyak berada di luar sana (merantau), dalam satu tahun sekali mereka sebagai pihak keluarga datang berziarah,” sebutnya.
Adanya pondok singgah yang di bangun melalui dana swadaya dan bantuan para donatur di luar Lingga, tentunya dapat membantu peziarah istirahat atau berlindung ketika hujan.
“Kami sebagi anak cucu akan merawat, dan membuat lebih baik lagi supaya tempat yang dulunya terkesan horor sekarang sudah terang benderang tidak ada lagi kesan menakutkan itu,” paparnya.
Ia mengaku, hari ini masyarakat melaksanakan doa bersama untuk almarhum dan almarhumah nenek moyang sekaligus kenduri keselamatan di pondok singgah.
“Tentunya kami mengucapkan terimakasih pada pengurus Masjid Jami Sultan Lingga yang ikut memberi sumbangan pembangunan pondok singgah, donatur dari Daik, Tanjungpinang dan masyarakat semoga selalu di beri kesehatan dan keberkahan, amin,” tutupnya mendoakan.(mrs)







