Pameran Budaya “Empat Budaya Satu Tenun Harmoni” di Batam

219

Batam, Posmetrobatam.co: Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau menggelar Pameran dan Talkshow bertema “Empat Budaya Satu Tenun Harmoni” yang diinisiasi oleh Keluarga Borneo di Kepri. Acara berlangsung di Atrium Mega Mall Batam, Sabtu (15/11).

Pameran ini menghadirkan ragam kegiatan yang mengangkat sejarah serta keragaman budaya yang hidup di Kepulauan Riau.

Anggota DPRD Kepri sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar Borneo (PKBB) Kepri, Suhadi, menegaskan pentingnya merawat sejarah sebagai fondasi identitas masyarakat Kepri. Menurutnya, budaya tidak hanya dipahami sebagai tarian atau upacara adat, tetapi juga cara untuk menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat.

“Kita dibangun oleh pertemuan berbagai etnis Melayu, Bugis, Banjar, Dayak, Tionghoa, dan banyak suku lainnya,sejak abad ke-17 hingga abad ke-20. Perjalanan ini melahirkan masyarakat Kepri yang ramah, terbuka, dan kaya nilai,” ujarnya.

BACA JUGA:  Batam Siap Gelar Upacara HUT ke-80 RI, Li Claudia: Persiapan Harus Matang dan Berjalan Lancar

Suhadi mengatakan, menjaga kelestarian budaya berarti merawat cara pandang masyarakat tentang hidup dalam keberagaman. Karena itu, menurutnya, pemerintah dan DPRD memiliki tanggung jawab moral serta konstitusional untuk memastikan budaya daerah tetap terjaga dan diwariskan antargenerasi.

“Sejarah mengajarkan bahwa persatuan tumbuh dari pergaulan, perdagangan, dan persahabatan lintas suku. Hari ini pelajaran itu tetap relevan. Keberagaman bukan tantangan, melainkan modal sosial yang memperkuat pembangunan daerah,” pesannya.

Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mencintai sejarah dan memahami akar budaya mereka.

“Generasi muda harus terinspirasi oleh leluhur yang menjaga keharmonisan di bumi Kepulauan Riau,” harap Suhadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menyebut bahwa festival ini sejalan dengan arah kebijakan pariwisata nasional. Ia menjelaskan bahwa konsep yang diusung kegiatan tersebut sesuai Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang pariwisata berkelanjutan.

BACA JUGA:  Permohonan Praperadilan Tersangka Dugaan Korupsi PNBP Pemandu Pelabuhan se-Batam Ditolak PN

“Konsep pariwisata berkualitas adalah mempertahankan dan mewariskan budaya Nusantara. Apa yang ditampilkan hari ini bukan sekadar hiburan,” ujar Hasan.

Ia menilai festival budaya berperan penting dalam mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Festival “Empat Budaya Satu Tenun Harmoni” juga masuk Kalender Event Kepri 2025 sebagai agenda ke-10 bulan November. Pemerintah daerah tahun ini menggelar 54 event, dan menargetkan 71 event pada tahun 2026. Peningkatan agendas tersebut dilakukan seiring pertumbuhan pariwisata Kepri.

Hingga September 2025, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,446 juta dan diproyeksikan menembus 2,1 juta pada akhir tahun. Wisatawan Nusantara juga mencatat 3,8 juta kunjungan dan diperkirakan mencapai 4,7 juta hingga akhir 2025.

BACA JUGA:  “Lubukbaja Berada”, Inovasi Camat Adisthy Dorong Warga Lebih Peduli Lingkungan dan Waspada

“Event budaya seperti ini menjadi magnet besar bagi wisatawan mancanegara maupun Nusantara. Karena Kepri, berdekatan dengan negara Singapura dan Malaysia,” pungkasnya. (hbb)