Beras SPHP di Batam Dijual Rp58.000 Per  5 Kg, Dimana Tempat Belinya?

303

Batam, Posmetrobatam.co: Sebanyak 74,74 ton beras atau 12,4 persen dari total jumlah 594,66 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sudah disalurkan di Pulau Batam dan Karimun. Namun untuk lokasi atau tempat pembelian selanjutnya belum ada jadwalnya.

Pimpinan Bulog Kacab Batam, Guido XL Pereira, Sabtu (16/8), mengatakan, penyaluran dilakukan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah bekerja sama dengan berbagai mitra di lapangan.

“Hari ini Bulog Batam bersama Kodim 0316 melaksanakan kegiatan di Kelurahan Bengkong Sadai, Komplek Pergudangan Bulog Batu Merah, dan di pasar-pasar wilayah Kabupaten Karimun,” ujar dia.

Penyaluran beras SPHP telah dimulai sejak 1 Agustus 2025. 

“Alokasi 594 ton ini sebenarnya akumulasi dari Juli dan Agustus, tapi karena kegiatan baru berjalan di Agustus, penyalurannya kami fokuskan bulan ini. Nanti di September ada tambahan lagi,” katanya.

Beras SPHP dijual dengan harga normal Rp58.000 per kemasan 5 kilogram, tanpa subsidi. Pada setiap kegiatan, Bulog Batam juga memastikan ada stok 2 ton.

“Kami pastikan harga ini stabil dan terjangkau masyarakat. Stok di Batam masih cukup banyak, sementara di Karimun lebih banyak kami distribusikan karena pasokan beras di sana relatif terbatas,” kata Guido.

Penyaluran SPHP dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah daerah seperti Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan, aparat TNI/Polri, serta mitra Bulog seperti Rumah Pangan Kita (RPK).

“Kami mengundang para mitra dan instansi terkait agar lokasi distribusi bisa dipersiapkan secara optimal,” tambahnya.

Selain itu, Guido mengatakan, program bantuan pangan alokasi Juni-Juli sudah terealisasi sepenuhnya. 

“Kalau penyaluran beras bantuan pangan, alokasi Juni-Juli sudah 100 persen tersalurkan. Tinggal SPHP yang sedang kami percepat,” ujar dia.

Bulog Batam memastikan kegiatan tersebut akan terus berlanjut sebagai upaya menjaga ketersediaan beras dan menekan potensi kenaikan harga di Batam, Karimun, dan wilayah kepulauan sekitarnya.(ant)

BACA JUGA:  61 Orang di Batam Positif Terjangkit HIV di Awal Tahun 2025