posmetrobatam.co– Jakarta–Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) bersama organisasi masyarakat (ormas) Islam sekaligus Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 Hijriah di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4/2026) malam.
Selain dihadiri para pengurus MUI Pusat juga hadir Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR Sultan Najamuddin, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan para duta besar negara sahabat salah satunya Dubes Iran.
Dalam sambutannya Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak organisasi kemasyarakatan Islam memperkuat ukhuwah serta kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep ekoteologi.
Menag menyampaikan bahwa tradisi Halal Bi Halal tidak sekadar menjadi kebiasaan pasca-Idul Fitri, melainkan ruang untuk memperbaiki hubungan antarsesama dan membersihkan hati dari berbagai prasangka.
“Halal bihalal adalah cara kita meluruskan kembali hubungan, menghalalkan yang sempat tersimpan di hati, serta merawat keikhlasan dan kerendahan hati,” ujar Nasaruddin.
Ia menekankan pentingnya memperluas makna ukhuwah, tidak hanya dalam konteks ukhuwah Islamiyah dan wathaniyah, tetapi juga hubungan manusia dengan seluruh ciptaan Tuhan, termasuk alam semesta.
Menurut dia, kesadaran tersebut menjadi dasar penting dalam membangun ekoteologi, yakni keselarasan antara manusia sebagai khalifah dengan alam sebagai sesama makhluk Allah.
“Tidak mungkin kita menjadi khalifah yang berhasil tanpa dukungan alam semesta yang kondusif,” katanya.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu juga menyampaikan apresiasi kepada MUI dan seluruh ormas Islam atas kontribusinya sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini dalam menjaga ketahanan sosial bangsa.
Ia menyebut ormas Islam dan para ulama memiliki peran strategisa sebagai penyejuk masyarakat, pemberi arah, sekaligus penggerak solusi dalam berbagai situasi, termasuk di masa-masa sulit.
“Kontribusi ini mungkin tidak selalu tercatat dalam statistik, tetapi jejaknya nyata dalam ketahanan sosial bangsa,” ujarnya.
Organisasi keagamaan, kata dia, memiliki kekuatan khas karena kedekatannya dengan masyarakat hingga ke lapisan terbawah. Peran tersebut mencakup dakwah, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga advokasi sosial, bahkan sampai ke tingkat global.
Dalam konteks tantangan global saat ini, seperti disrupsi informasi dan dinamika geopolitik, Nasaruddin menilai peran MUI semakin penting sebagai penuntun arah, penjaga keseimbangan, dan rujukan umat di tengah perbedaan.
Pemerintah memandang MUI dan ormas Islam sebagai mitra strategis yang tidak tergantikan dalam pembangunan bangsa. Ia pun berharap ormas Islam tetap konsisten menjadi pengayom umat, penunjuk arah di tengah perbedaan, serta kekuatan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Silaturahim hari ini tentu bukan sekadar pertemuan, tetapi pengingat bahwa bangsa ini kuat karena ada nilai, ada ulama, dan ada kebersamaan yang terus terawat,” ujar Menag.
Dalam acara ini MUI mengeluarkan 10 poin taujihat yang dibacakan oleh 10 perwakilan Ormas Islam pendiri MUI dalam acara Halal Bi halal 1447 H.
(Fri)









