Ramadan 1447 H, MBG di Kepri Tetap Disalurkan Ada Menu Telur Asin hingga Kurma

30

Batam, Posmetrobatam.co: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepri tetap berjalan selama puasa bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan menu siap santap yang bertahan lama, serta sistem distribusi baru.

Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepri, Anindita Ayu mengatakan, menu yang disiapkan selama Ramadan merupakan makanan yang lebih tahan lama dan mudah disajikan.

“Rekomendasi menu meliputi telur asin, abon, dendeng kering, baceman, ungkep, buah, makanan khas lokal, serta kurma sebagai tambahan opsional,” katanya, Senin (16/2).

Ia mengatakan, pada pekan ini distribusi difokuskan kepada kelompok ibu hamil, ibu menyusui dan balita (3B) dan pondok pesantren karena siswa sekolah masih libur.

BACA JUGA:  Kolaborasi Cantik, Satu Data Pijakan Utama Rumuskan Kebijakan dan Program

“Kami tetap distribusi MBG selama bulan Ramadan. Minggu ini karena anak sekolah libur, yang tetap menerima adalah 3B dan pondok pesantren. Untuk anak sekolah dimulai minggu depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyaluran MBG selama Ramadan disesuaikan dengan komposisi mayoritas siswa di sekolah.

“Jika mayoritas beragama Islam, maka paket makanan yang diberikan berupa makanan bergizi yang dapat dimakan di rumah saat berbuka puasa. Sementara jika mayoritas non Muslim, distribusi dilakukan seperti biasa dengan makanan siap santap di sekolah,” kata dia.

Selama Ramadan, Ayu mengatakan, distribusi MBG akan menggunakan sistem totebag dua warna.

“Misal hari pertama siswa menerima MBG dalam totebag berwarna pink untuk dibawa pulang. Besoknya, akan menerima totebag berwarna lain, misalnya berwarna biru, sambil mengembalikan totebag sebelumnya,” katanya.

BACA JUGA:  Semangat TNI dan Rakyat Mewarnai HUT TNI ke-80 di Natuna

Ia mengatakan, seluruh dapur juga sudah mempersiapkan sistem tersebut dengan baik di seluruh kabupaten dan kota di Kepri.

Sebagai informasi, Anindita mengatakan, jumlah penerima manfaat MBG di Kepri mencapai 550.828 orang. Dari jumlah tersebut, 455.404 merupakan peserta didik dan 95.431 lainnya termasuk dalam kategori 3B.

“Di akhir 2025 kami mencatat 474 ribu penerima manfaat, dan sekarang sudah di angka 550 ribu penerima, jadi di Kepri terus bertambah secara pesat,” tandasnya.(ant)