Pura Agung Amerta Buana Batam Dibangun Gedong Barong dan Tembok Penyengker Rp 2,4 Miliar

17

Batam, Posmetrobatam.co: Pembangunan Gedong Barong dan tembok penyengker di Pura Agung Amerta Buana. Pemerintah Kota Batam menghibahkan anggaran sebesar Rp2,4 miliar.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menghadiri peletakan batu pertama pembangunan fasilitas tersebut dan mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan umat agama.

“Kita semua yang ada di Batam harus memaknai Batam ini sebagai rumah kita bersama. Hari ini kami mulai pembangunan untuk melengkapi fasilitas pura bagi umat Hindu Batam,” ujar Amsakar, Senin (16/2).

Sebagai informasi, pembangunan gedong barong akan menggunakan anggaran sekitar Rp600 juta dan tembok penyengker sejumlah Rp1,8 miliar.

Lalu, ia mengajak umat agama untuk memperkuat satu sama lain dan menyampingkan perbedaan antarumat untuk membangun energi kolektif Batam.
Selain itu, ia juga mengucapkan selamat kepada umat Hindu yang akan merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Saka pada 19 Maret nanti.

BACA JUGA:  Pemko Batam Tetapkan 15 Januari 2026 Batas Akhir Usulan Perubahan RDTR

“Semoga pembangunan fasilitas di Pura Agung Amerta Buana ini dapat berjalan lancar, agar umat dapat beribadah, aman dan khusyuk,” kata dia.

Ketua Panitia Pembangunan Pura Agung Amerta Buana, I Made Sondra Wijaya, menjelaskan, gedong barong merupakan bangunan utama (utama mandala) yang berfungsi memperkuat energi spiritual pura serta memastikan keselamatan umat yang bersembahyang.

“Gedong barong ini untuk memperkuat energi di dalam pura, demi keamanan, keselamatan, dan kekhusyukan umat dalam beribadah,” katanya.

Sementara itu, tembok penyengker merupakan dinding pembatas yang mengelilingi area pura.

Menurutnya, rencana pembangunan ini sudah lama diwacanakan dan baru terealisasi pada kepemimpinan saat ini.

“Di Kota Batam ini tercatat ada sekitar 400 umat, dengan jumlah jamaah yang rutin ke Pura Agung ini sebanyak 300-400 orang”, kata Made.

BACA JUGA:  Modus Kuliah di Australia, Penampungan PMI Ilegal di Ruko Bintang Raya Digerebek

Selain umat Hindu, ia mengatakan, pura tersebut juga kerap dikunjungi wisatawan mancanegara, termasuk dari India, Singapura, dan Malaysia.(ant)