Karimun, posmetrobatam.co: Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sanglar, Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun dinyatakan berhenti beroperasi. Kepala Dinas Kesehatan Karimun, drg Soerjadi, Selasa (14/4) pun membenarkan hal itu. Menurutnya, kebijakan itu diambil lantaran kurangnya tenaga medis di Puskesmas Durai.
Soerjadi pun menolak jika disebut keberadaan layanan kesehatan di desa Sanglar mengalami kekosongan. Ia pun memastikan masih ada bidan desa yang dapat melayani masyarakat di Desa Sanglar.
“Iya memang tenaga kesehatan yang ada di Pustu Sanglar ditarik untuk membantu pelayanan di Puskesmas Durai. Melihat Puskesmas Durai juga kekurangan tenaga, pelayanan juga harus maksimal untuk itu kami menarik tenaga kesehatan yang ada di Pustu Sanglar untuk sementara waktu, tentunya agar diketahui, di Sanglar juga ada bidan desa yang siap melayani warga. Kita juga meminta agar Bidan Desa yang ditempati di daerah itu dapat memberikan pelayanan terbaik hingga Pustu kembali beroperasi,” ucapnya lagi.
Terkait berapa lama Pustu Sanglar akan mengalami kekosongan, Soerjadi pun berusaha akan secepatnya akan dikaji kembali.
“Ya kita akan berusaha scepatnya agar normal kembali,” tegasnya.
Sebelumnya seorang warga Sanglar, Razali mengatakan akibat tutupnya Pustu Sanglar, menyebabkan masyarakat yang ingin berobat menjadi kesulitan, akibatnya layanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat tak didapati.
Sementara terkait bidan desa, ia membenarkan adanya bidan desa di Desa Sanglar. Namun keberadaan bidan desa yang hanya satu orang, dirasakan tidak dapat melayani masyarakat desa Sanglar yang jumlahnya mencapai kurang lebih 2000 orang.(Ria)









