BI Kepri Pastikan Uang Ramadan dan Idulfitri 2026 Cukup

42

Kepri Menyiapkan Uang Layak Edar untuk Penukaran Sebesar Rp94,2 miliar

Batam, posmetrobatam.co: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan uang kartal selama Ramadhan dan Idulfitri 2026, baik dari jumlah maupun pecahan.

Kebutuhan Uang Naik Signifikan
Secara nasional, Bank Indonesia memperkirakan kebutuhan uang tunai mencapai Rp185,6 triliun, meningkat 15,1% dibandingkan 2025 yang sebesar Rp161 triliun. Kenaikan ini mengikuti tren meningkatnya permintaan uang tunai menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Di wilayah Kepulauan Riau, tujuh kabupaten/kota membutuhkan uang kartal sebesar Rp2,9 triliun. Angka ini naik 38% dari realisasi 2025 sebesar Rp2,1 triliun dan meningkat 16% dari realisasi 2024 yang mencapai Rp2,5 triliun.

BI Kepri menyiapkan uang layak edar untuk penukaran sebesar Rp94,2 miliar, naik 165,35% dibandingkan Rp35,5 miliar pada 2025. Bank Indonesia menyalurkan uang melalui kas keliling di tempat ibadah, penukaran terpadu bersama perbankan, loket perbankan, dan layanan khusus bagi stakeholder utama.

BACA JUGA:  BMKG Prakirakan Potensi Cuaca sampai 11 Maret, Masyarakat Kepri Diminta Waspada dan Siaga

BI menetapkan proyeksi kebutuhan uang berdasarkan estimasi penarikan perbankan, asumsi makroekonomi, tren historis, pertumbuhan ekonomi yang membaik, dan meningkatnya mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran.

Bank Indonesia menggelar program SERAMBI 2026 (Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri) untuk memastikan kelancaran periode Ramadhan dan Idulfitri. Program ini fokus pada tiga hal: Pemenuhan kebutuhan uang yakni menyediakan uang cukup, pecahan sesuai, dan layak edar.

Kedua, pelayanan kas adalah menyediakan kas keliling, penukaran bersama BI dan perbankan, serta layanan penukaran di kantor perbankan.

Ketiga, edukasi dan komunikasi dengan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah selama Ramadhan.

Mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”, SERAMBI 2026 menegaskan peran Rupiah dalam mendukung ibadah, tradisi berbagi, dan kebersamaan keluarga. Ketersediaan uang yang cukup dan layanan optimal diharapkan menghadirkan keberkahan lebih luas bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Pelajar SMA Kelas XII di Batam Siap Ikut TKA 2025

BI mengimbau masyarakat menukarkan uang hanya di tempat resmi: seluruh kantor perbankan di Kepulauan Riau, kas keliling Bank Indonesia, dan layanan penukaran bersama BI dan perbankan. Cara ini mencegah peredaran uang palsu, memastikan jumlah uang sesuai, dan bebas biaya.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Luki Zaiman Prawira mengatakan, atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Luki menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia Kepri beserta jajaran perbankan atas kolaborasi penyelenggaraan SERAMBI tahun ini.

“Program ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar, khususnya di momentum Ramadan dan Idul Fitri, ketika aktivitas dan mobilitas masyarakat meningkat signifikan,” ujar Luki.

BACA JUGA:  Kirap Serentak Pengibaran Bendera Merah Putih di Pulau Terluar Indonesia

Ia menegaskan, periode Ramadan dan Idul Fitri selalu diiringi lonjakan transaksi perdagangan dan jasa, serta meningkatnya kebutuhan uang tunai dalam berbagai pecahan. Dalam konteks tersebut, kehadiran SERAMBI memiliki peran strategis untuk menjamin tersedianya uang Rupiah dalam jumlah cukup dan pecahan yang sesuai, sehingga transaksi ekonomi dapat berjalan lancar, tertib, dan aman.

Menurutnya, ketersediaan uang tunai yang memadai merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Dukungan terhadap kelancaran sistem pembayaran, termasuk distribusi uang layak edar secara merata, menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi, terutama di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.

“Upaya ini tidak hanya memberikan kenyamanan dalam bertransaksi, tetapi juga meminimalisir risiko peredaran uang palsu serta memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem keuangan,” jelasnya.(hbb)