Posmetrobatam.co: Timnas sepakbola putri Indonesia kalah 0-5 dari Vietnam di laga semifinal SEA Games Thailand 2025, yang berlangsung di National Sport Univesity, Chonburi, Minggu (14/12).
Kini tim asuhan Akira Higashiyama itu fokus ke pertandingan perebutan medali perunggu pada Rabu (17/12) lawan Thailand usai dikalahkan Filipina dalam adu penalti pada Minggu malam.
Sementara itu, gol-gol Vietnam yang bersarang ke gawang Indonesia diukir oleh Nguyen Thi Bich Thuy (28’, 80’), Pham Hai Yen (49’, 58’), dan Huynh Nhu (86’), demikian pantauan siaran langsung dari Jakarta.
Hasil itu memastikan Indonesia gagal ke final dan akan memainkan pertandingan perebutan medali perunggu.
“(Medali) perunggu adalah target kami. Besok adalah pertandingan terakhir kami, saya harus fokus ke pemain saya dan menampilkan semangat Indonesia ke lawan-lawan kami,” kata pelatih timnas putri, Akira Higashiyama, dikutip dari rekaman audio.
“Pada babak pertama, kami memiliki peluang untuk mencetak gol, kami juga berusaha untuk menguasai bola, tapi kami kehabisan energi. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Vietnam karena telah melaju ke final,” lanjutnya.
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Vivin Cahyani, yang turut hadir menyaksikan pertandingan meminta dukungan masyarakat Indonesia kepada tim sepakbola putri.
“Pada pertandingan terakhir besok kami akan all out dan berjuang sekuat tenaga. Semoga kita bisa meraih medali perunggu,” ucap Vivin.
Timnas putri Indonesia belum pernah membawa pulang medali sepanjang ikut serta mereka di SEA Games. Dengan menghitung partisipasi pada tahun ini, timnas sepak bola putri sudah enam kali berpartisipasi di SEA Games, dengan pencapaian terbaik di posisi keempat pada 1997 dan 2001.
Timnas U-22 Indonesia Gagal ke Babak Semifinal
Timnas U-22 Indonesia gagal melaju ke babak semifinal SEA Games 2025 cabang sepakbola putra meski berada di peringkat kedua klasemen Grup C dengan tiga poin dari dua pertandingan.
Mengutip laman resmi SEA Games 2025, Jumat, Indonesia berada di peringkat kedua klasemen Grup C setelah mengalahkan Myanmar 3-1 pada pertandingan terakhir.
Dua dari ketiga gol Indonesia dicetak Jens Raven setelah Toni Firmansyah menyamakan gol pemain Myanmar Min Maw Oo.
Hasil tersebut membuat Indonesia hanya berselisih satu gol dari mencetak tiga gol dan kebobolan dua gol dalam dua pertandingan.
Indonesia gagal ke semifinal sebagai peringkat kedua terbaik karena kalah produktivitas gol dengan runner-up Grup B Malaysia yang mencetak empat gol dan kebobolan tiga gol.
Empat negara yang memastikan diri lolos ke semifinal SEA Games 2025 cabang sepak bola putra adalah Thailand, Vietnam, Filipina dan Malaysia.
Thailand melaju ke semifinal setelah menjadi juara Grup A dengan enam poin hasil dari dua kemenangan melawan Timor Leste dan Singapura, sedangkan Vietnam menjadi pemuncak Grup B dengan enam poin setelah mengalahkan Malaysia dan Laos.
Selanjutnya Filipina lolos ke babak semifinal dengan status juara Grup C dengan enam poin berkat kemenangan dari Myanmar dan Indonesia, sementara Malaysia menjadi peringkat kedua terbaik dari Grup B.
Indra Sjafri Bertanggungjawab Atas Kegagalan
Pelatih Timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan timnya di SEA Games 2025 Thailand.
Setelah memberikan medali emas dua tahun lalu, prestasi Indra bersama tim SEA Games merosot. Dari meraih emas, kini timnya menggapai babak semifinal saja tak sanggup.
“Pertama-tama, kita tidak lolos grup. Secara teknis, orang yang paling bertanggung jawab adalah saya,” kata Indra, melalui audio yang diberikan PSSI di Jakarta, Jumat.
Indonesia gagal melewati babak grup untuk pertama kalinya setelah edisi 2009, seusai tak mampu lolos sebagai juara grup atau pun runner-up terbaik.
Pada malam ini, mereka meraih kemenangan 3-1 atas Myanmar di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai. Tiga gol kemenangan Indonesia dicetak oleh Tony Firmansyah dan pemain pengganti Jens Raven yang mencatatkan namanya dua kali di papan skor pada menit-menit akhir babak kedua.
Namun, hasil ini tak mampu mengantarkan mereka untuk lolos ke semifinal, melalui jalur satu-satunya, yaitu menjadi runner-up terbaik dari tiga grup yang ada.
Dalam hitung-hitungan poin, kemenangan 3-1 menempatkan Indonesia di posisi kedua dengan tiga poin dan selisih gol plus dua. Di persaingan menjadi runner-up terbaik, mereka sama-sama mengoleksi tiga poin dengan selisih gol plus satu seperti Malaysia dari Grup B.
Namun, dalam hal ini Malaysia berhak lolos ke babak selanjutnya karena mencetak gol lebih banyak, dengan jumlah empat gol. Jumlah ini mengalahkan gol yang dicetak Indonesia, yaitu tiga gol.
“Jadi, saya mohon maaf (kepada) semua masyarakat Indonesia. Dan, secara teknis saya ulangi lagi ini tanggung jawab saya,” kata Indra.
Hasil ini membuat tradisi baik dengan menembus semifinal SEA Games sepak bola putra dalam tujuh edisi beruntun sejak edisi 2011 terputus. Indonesia harus menerima kenyataan mengulangi catatan kelam sepak bola putra yang gagal lolos ke semifinal terakhir kali pada edisi 2009 di Vientiane, Kamboja.
Adapun, di babak semifinal SEA Games 2025, Malaysia yang lolos sebagai runner-up terbaik akan melawan tuan rumah Thailand, yang menjadi juara Grup A.
Di bagan lain, juara Grup B Vietnam menghadapi juara Grup C Filipina.
Dua laga semifinal ini dimainkan di Stadion Rajamangala pada Senin (15/12).(ant)









